Kepala Puskesmas Manduro
PERAN perempuan, khususnya sosok seorang ibu dinilai menjadi pilar utama dalam mencetak generasi emas dan membentuk ketahanan keluarga yang berkualitas. Hal ini menjadi fondasi sosial penting bagi kemajuan masyarakat. Perempuan sehat bukan beban negara. Melainkan, perempuan sehat adalah investasi Mojokerto yang maju, adil, dan makmur.
Kepala Puskesmas Manduro dr. Siska Widiyanti menegaskan, bahwa ibu bukan sekadar pengelola rumah tangga, melainkan pendidik utama atau the first educator yang menanamkan nilai moral, agama, dan karakter bagi anak sejak dini. ”Ibu adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari tangan seorang ibu, lahir karakter disiplin, empati, dan tanggung jawab yang akan menentukan masa depan bangsa,” ujar Siska.
Lima Peran Krusial Perempuan dalam Keluarga
Siska menjelaskan sedikitnya ada lima peran krusial yang dijalankan perempuan dalam ekosistem keluarga.
1. Pendidik pertama: menanamkan nilai dasar dan karakter sejak dini.
2. Manajer keluarga: mengatur kesehatan, gizi, dan pola asuh anak.
3. Penjaga kesehatan: menjadi garda depan pencegahan stunting dan PTM di rumah.
4. Penguat ekonomi: mengelola keuangan keluarga hingga UMKM rumahan.
5. Penjaga ketahanan sosial: membangun komunikasi dan keharmonisan rumah tangga.
Kesetaraan Gender adalah Kemitraan
Puskesmas Manduro, lanjut Siska, terus menggulirkan program strategis yang bertujuan menghapus diskriminasi dan meningkatkan kapasitas perempuan. Sehingga, hari Kartini adalah momentum tepat untuk meningkatkan kesadaran kesehatan wanita, menekankan bahwa perempuan berdaya adalah mereka yang sehat secara fisik dan mental.
Di mana, Kartini masa kini harus berani melakukan deteksi dini, seperti kanker serviks dan kesehatan reproduksi, serta menjaga pola hidup sehat sebagai bentuk mencintai diri sendiri. Dia memaparkan, kesetaraan gender bukan berarti persaingan antara laki-laki dan perempuan, melainkan kemitraan yang seimbang untuk membangun keluarga dan bangsa. Siska berharap, ketahanan keluarga dapat menjadi benteng utama dalam menghadapi tantangan sosial di masa depan. ”Ketika perempuan berdaya, keluarga kuat. Ketika keluarga kuat, negara hebat,” pungkasnya. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah