Pemimpin Direksi Sunrise Mall Mojokerto
PEREMPUAN satu patut diberikan apresiasi yang luar biasa. Meski terbilang sukses dalam berkarier, namun ibu tiga anak ini tidak lupa akan kodratnya sebagai istri. ’’Memang, saat ini tidak sedikit wanita yang pintar menghasilkan uang dan berhasil dalam berbisnis. Tapi, kita juga wajib mengingat, yang pertama kodrat kita sebagai wanita, dan kedua sebagai seorang ibu,’’ kata Pimpinan Direksi Sunrise Mall Mojokerto Silvy Damayanti.
Saat ini, lanjut, Silvy, banyak dijumpai perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga, single parent bagi anak-anaknya. Bahkan, ada yang cenderung dominan dalam keluarga. Namun, hal ini tidak lantas menjadikan seorang perempuan menjadi lebih tinggi kedudukannya di atas laki-laki atau suami. ’’Sebagai wanita harus tetap mengingat bahwa kaum pria atau suami ini tetap kepala rumah tangga. Artinya, suami membuat keputusan dan kita sebagai istri ya wajib menghormati,’’ ujarnya.
Perempuan kelahiran 1978 tersebut kini menjadi salah satu konselor pranikah. Dalam hal ini mengajarkan kepada pasangan calon mempelai untuk menetapkan prioritas yang benar dalam berumah tangga. Menurutnya, prioritas yang utama yakni Tuhan. Artinya, bukan pelayanan, melainkan hubungan kita dengan Sang Pencipta. Yang kedua, suami atau istri; ketiga, anak, dan baru yang keempat adalah baru orang tua, pekerjaan, dan karier bisnis. ’’Apa yang saya saranin ini, itu persis yang saya lakukan di kehidupan saya,’’ terangnya.
Ketika prioritas ini tidak terbalik-balik, semestinya akan menimbulkan sesuatu yang baik atau positif. Namun, jika ini terbalik biasanya akan menimbulkan masalah. Selain menjadi konselor pranikah, perempuan yang satu ini tetap fokus dalam pengembangan Sunrise Mall Mojokerto. ’’Saat ini kami sedang membangun area belakang dan rencana akan membangun supermarket dan area parkir,’’ bebernya.
Dengan adanya pengembangan Sunrise Mall Mojokerto, ini diharapkan bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar. ’’Nanti setelah pengembangan ini selesai, di harapkan bisa menyerap tenaga kerja dan bisa mengurangi angka pengangguran,’’ ungkapnya.
Silvy berharap meski perempuan-perempuan saat ini mampu menghasilkan uang dan berhasil dalam berkarier, diharapkan tidak lupa akan kodratnya sebagai istri. ’’Perempuan wajib menghormati suaminya dan pengertian emansipasi wanita ini tidak akan menjadi bumerang bagi mereka,’’ pungkasnya. (dik/ris)
Editor : Fendy Hermansyah