Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto
HARI Kartini dijadikan momentum untuk menekankan bahwa perempuan kuat dan berdaya dimulai dari perempuan yang peduli pada kesehatan dirinya sendiri. Termasuk, rutin melakukan perawatan diri dan pemeriksaan kesehatan.
Menurut Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan RSUD Prof dr Soekandar Kabupaten Mojokerto dr. Sukma Dewi Pawestri, SpOG memaknai Kartini masa kini menjadi ibu yang berkarier tentunya membutuhkan strategi agar tidak ada yang dikorbankan. Kuncinya adalah manajemen waktu yang baik menentukan prioritas dan membuat jadwal terencana.
Lalu, komunikasi terbuka dengan pasangan, anak, dan rekan kerja soal batasan peran. ’’Dukungan suami-berbagi peran di rumah menciptakan suasana positif dan produktif. Me time-menyisihkan waktu untuk diri sendiri agar tidak kehilangan jati diri dan terhindar dari burn out,’’ ujarnya.
Dia menambahkan perempuan harus berdaya dalam mengelola keluarga, mendidik generasi penerus, dan memiliki kemandirian intelektual: berpendidikan dan mampu berpikir kritis. Dalam pekerjaan, perempuan dan laki-laki memiliki hak, kewajiban, tanggung jawab, dan kesempatan yang sama serta adil untuk berkembang dan berpartisipasi.
Dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang, ada satu pesan favorit R.A. Kartini bagi saya: Kita dapat menjadi manusia sepenuhnya tanpa berhenti jadi wanita sepenuhnya. ’’Peran Kartini di era ini membawa semangat bahwa perempuan harus bisa berpendidikan dan berdaya dalam menjalankan peran masing-masing tanpa meninggalkan kodrat atau jati diri wanita. Selamat Hari Kartini 2026,’’ pungkasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah