Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RSUD Prof. dr. Soekandar
SEMANGAT R.A. Kartini hari ini hidup pada perempuan yang mampu menjalankan banyak peran tanpa kehilangan jati diri. Kartini masa kini bukan hanya soal emansipasi, tapi soal keseimbangan dan tanggung jawab.
Dokter spesialis kulit dan kelamin RSUD Prof. dr. Soekandar dr. Asri Rahmawati, SpKK menuturkan Kartini masa kini dituntut lincah membagi waktu antara rumah tangga dan karier. Mengurus anak, mendampingi suami, sekaligus berkarya di luar rumah adalah bentuk nyata perjuangan hari ini. Kuncinya ada pada manajemen waktu, dukungan keluarga, dan tidak ragu meminta bantuan. ’’Perempuan berdaya bukan berarti menanggung semua sendiri, tetapi tahu kapan harus fokus sebagai ibu, kapan harus profesional sebagai pekerja,’’ katanya.
Karier dan rumah tangga bukan pilihan yang harus dipertentangkan. Keduanya bisa berjalan beriringan jika ada komitmen, komunikasi, dan pembagian peran yang sehat dalam keluarga. ’’Inilah wujud emansipasi yang membumi: perempuan tetap jadi madrasah pertama bagi anak, sekaligus berkontribusi untuk masyarakat,’’ tambahnya.
Untuk para gadis, Kartini masa kini berarti cantik luar dan dalam. Cantik luar dijaga dengan merawat diri, berpenampilan rapi, dan sehat. Cantik dalam dibentuk dari akhlak, adab, kecerdasan, dan kemampuan menjaga lisan serta perilaku. Di era pergaulan bebas, Kartini masa kini berani berkata tidak pada seks bebas. Menjaga diri bukan karena kuno, tapi karena sadar harga diri dan masa depan lebih berharga dari kesenangan sesaat.
Pendidikan, prestasi, dan karya adalah cara terbaik menunjukkan kualitas diri, bukan kebebasan tanpa batas. ’’Kartini berjuang agar perempuan punya pilihan dan kehormatan. Tugas kita melanjutkan dengan menjadi perempuan yang berilmu, berkarakter, dan tahu batas. Rumah terurus, karier berjalan, kehormatan terjaga. Itulah Kartini masa kini,’’ pungkasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah