Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto
BAGI Eka Septya Juniarti, memaknai Hari Kartini bukan sekadar seremoni. Sebagai perempuan yang duduk di parlemen, momentum ini menjadi refleksi peran dan tanggung jawab nyata dalam memperjuangkan kesetaraan dan kemajuan perempuan.
Sebagai wakil rakyat, Hari Kartini bisa dimaknai sebagai momentum memastikan bahwa semangat emansipasi tidak berhenti pada simbol semata, tetapi hadir dalam kebijakan. ’’Artinya, perempuan di parlemen perlu aktif mendorong regulasi yang berpihak pada kepentingan perempuan, seperti perlindungan pekerja perempuan,’’ ungkap politisi PKB, ini.
Lebih jauh, refleksi Hari Kartini seharusnya memang tidak berhenti pada sosoknya saja, melainkan lebih pada nilai-nilai yang masih relevan dan perlu benar-benar dijalankan hari ini. Menurut Eka, ada beberapa hal penting yang layak diteladani dari RA Kartini sebagai pahlawan.
Meliputi, keberanian berpikir maju, semangat memperjuangkan kemajuan pendidikan, dan kepedulian terhadap sesama. ’’Pesan yang bisa dipetik untuk perempuan masa kini, perempuan harus terus berani maju,’’ tegasnya.
Dengan demikian, perempuan tidak boleh membatasi diri. ’’Pendidikan, karier, dan peran publik adalah ruang yang terbuka dan harus diisi dengan kualitas,’’ tuturnya. Di samping itu, kesetaraan juga bukan sebuah slogan semata, melainkan harus dibuktikan dengan tindakan nyata. ”Artinya, perempuan harus saling menguatkan, bukan menjatuhkan, hingga terus belajar dan beradaptasi,” pungkas Eka. (ori/ris)
Editor : Fendy Hermansyah