Ketua Komunitas Penulis Kreatif Mojokerto
SEMANGAT Kartini dalam memperjuangkan akses pendidikan dan kebebasan berpikir memantik para perempuan kekinian. Kendati dengan zaman dan tantangan berbeda, namun ghirah tersebut terus memantik. Di mana Kartini masa kini sekarang harus berhadapan dengan beragam pilihan yang mau tidak mau harus ditempuh dan dijalani. Seperti berkarier, berkeluarga, dan menjalankan bisnis tanpa tekanan, hingga mandisi secara finansial dan mental.
’’Artinya, mengubah peran tradisional jadi kekuatan, berani untuk tumbuh, bukan lagi meminta ruang, tetapi sudah menciptakan ruangnya sendiri,’’ ungkap Ketua Komunitas Penulis Kreatif Mojokerto Eny Martya N, S.Pd. Perempuan kelahiran Lamongan, 24 Maret 1992, ini menuturkan, setidaknya ada beragam cara dalam mewujudkan Kartini hari ini. ’’Bagi saya sebagai womanpreneur, mewujudkan cita-cita Raden Ajeng (RA) Kartini hari ini adalah berani membangun kemandirian lewat usaha. Dalam hal ini saya berhasil membuat usaha bidang kuliner, Amartha Catering,’’ tandasnya.
Jika Kartini dulu membuka jalan agar perempuan punya kesempatan belajar dan berkembang, namun hari ini, Eny Martya melanjutkan dengan menciptakan peluang lapangan pekerjaan. ’’Tidak hanya untuk mengembangkan diri sendiri, tapi juga mengangkat perekonomian perempuan lain,’’ paparnya.
Melalui usaha katering yang dirikan, warga Jalan Raya Meri, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, tersebut bisa membuktikan bahwa perempuan tidak hanya mampu berkarya. Melainkan, juga bisa menjadi penggerak ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan memberi manfaat bagi warga sekitar. ’’Cita-cita Kartini bukan lagi tentang memperjuangkan hak, tapi tentang bagaimana kita menggunakan kesempatan yang ada untuk tumbuh, mandiri, dan berdampak,’’ paparnya.
Dia menuturkan, di tengah tantangan zaman yang serbacepat, ketika membagi peran sebagai ibu dan perempuan karier, kuncinya adalah terletak pada prioritas dan manajemen waktu. Tahu kapan harus fokus untuk keluarga, dan kapan fokus dalam pekerjaan. ’’Saya juga tidak memaksakan semuanya dikerjakan sendiri dalam bisnis, saya belajar mendelegasikan. Sehingga energi tetap terjaga untuk dua peran itu,’’ ujarnya.
Sekretaris KPPG Jawa Timur, ini berharap perempuan hari ini tidak hanya sukses dalam financial, melainkan juga mampu menciptakan peluang dan bermanfaat bagi lingkungan. Sehingga bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bisa membuka lebih banyak peluang kerja dan memberi manfaat bagi sesama. ’’Semangat Raden Ajeng Kartini hari ini adalah perempuan yang tidak hanya berhasil untuk dirinya sendiri, tapi juga membawa orang lain ikut tumbuh,’’ pungkas wanita yang hobi menulis buku ini. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah