Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Noviliyah, S.Kep, NERS, Memberikan Perawatan Pasien Lebih Bermartabat

Fendy Hermansyah • Senin, 20 April 2026 | 22:27 WIB
Noviliyah, S.Kep, NERS, Perawat Puskemas Modopuro.
Noviliyah, S.Kep, NERS, Perawat Puskemas Modopuro.

 

Perawat Puskemas Modopuro 

SEMANGAT kartini hidup dalam setiap perawat yang mengabdi dengan hati. Salah satunya Noviliyah, S.Kep, NERS, sosok perawat yang memaknai hari Kartini sebagai momentum memperkuat peran perempuan di garis depan pelayanan kesehatan. Bagi Noviliyah, perjuangan RA Kartini untuk kesetaraan dan pendidikan kini diterjemahkan menjadi perjuangan perawat dalam memastikan hak sehat masyarakat terpenuhi.

”Kalau dulu Kartini berjuang agar perempuan boleh sekolah, hari ini kami para perawat berjuang agar setiap pasien mendapat perawatan bermartabat,” ujarnya.

Di mana, lanjut dia, perawat adalah profesi yang mayoritas digerakkan oleh perempuan. Di puskesmas, rumah sakit, hingga homecare. Dari penemuan dini masalah kesehatan, mengobservasi, mengedukasi, sekaligus menguatkan mental pasien dan keluarga. Dia menuturkan, nilai Kartini dalam dunia keperawatan antara lain adalah melalui ilmu.

”Kartini ingin perempuan terdidik. Sehingga perawat hari ini terus update ilmu. Dari basic life support, manajemen luka modern, hingga digitalisasi asuhan keperawatan,” terang perawat yang berdinas di Puskesmas Modopuro, ini. 

Noviliyah percaya, perawat yang kompeten adalah bentuk emansipasi nyata. Dia menyebutkan, bahwa tantangan perawat hari ini mulai bergeser. Selain beban kerja, perawat juga harus melek digital, cakap komunikasi, dan kuat advokasi.

”Kami edukator dan care coordinator. Perawat adalah jembatan antara dokter, pasien, dan keluarga,” jelasnya. Di Hari Kartini ini, dia berpesan agar para perawat terus belajar, menjaga empati, dan jangan takut bersuara untuk kebaikan pasien. ”Profesi kita mulia, karena menyentuh manusia di titik paling rentan,” tandasnya. 

Noviliyah turut menyampaikan ucapan Selamat Hari Kartini bagi seluruh perawat indonesia. ”Terima kasih telah menjadi cahaya di ruang rawat, IGD, kamar bersalin, dan di setiap rumah yang kalian kunjungi,” paparnya. (bas/ris)

Editor : Fendy Hermansyah
#Noviliyah #Perawat Puskemas Manduro #Kecamatan Ngoro #radar mojokerto #hari kartini