Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Mayangsari, Kartini dari Lintasan Lari yang Taklukkan Keterbatasan

Fendy Hermansyah • Selasa, 21 April 2026 | 02:10 WIB
Mayangsari, di Kejurnas Atletik Senior di Solo tahun 2025, ia mengejutkan publik dengan merebut emas nomor 400 meter lari gawang putri.
Mayangsari, di Kejurnas Atletik Senior di Solo tahun 2025, ia mengejutkan publik dengan merebut emas nomor 400 meter lari gawang putri.

NAMANYA singkat, hanya Mayangsari. Di Kejurnas Atletik Senior di Solo tahun 2025, ia mengejutkan publik dengan merebut emas nomor 400 meter lari gawang putri. Namun di balik medali itu, ada cerita panjang yang harus dilalui perempuan 21 tahun ini.

Merangkak dari bawah, tanpa fasilitas mewah, dan menempuh jarak hingga 30 kilometer menuju lintasan menjadi santapan sehari-hari selama Mayang meniti karir atletik. ’’Saya mulai latihan lari saat kelas VIII SMP tahun 2018, namun baru intens tahun 2021. Saat itu, ikut PASI Kabupaten Mojokerto yang latihannya di Stadion Gajah Mada Mojosari. Jadi, setiap latihan harus menempuh jarak puluhan kilometer sendirian dari rumah asli saya di Jetis menuju Mojosari,’’ ungkap mahasiswa Unesa tersebut.

Namun keterbatasan akses itu yang justru membuat Mayang semakin fokus dengan atletik. Hingga ia dipertemukan dengan pelatih yang setia mendampinginya dan pindah basis latihan ke Kota Mojokerto dengan fasilitas latihan yang lebih proper.

Sejumlah kejuaraan tak disia-siakan dalam merebut medali. Termasuk waktu turun di Porprov IX di Malang tahun lalu, Mayang ikut menyumbang medali untuk kontingen Kota Onde-Onde di nomor lari gawang 400 meter putri. Bahkan catatan waktunya 64,39 detik menembus limit waktu PON hingga gadis kelahiran 22 Januari 2005 ini berhak masuk ke Puslatda Atletik Jatim. ’’Alhamdulillah, setelah tujuh tahun latihan, saya dapat merebut emas porprov dan kejurnas,’’ tambahnya.

Dari capaian itu, Mayang akhirnya sadar jika konsistensi dan fokus pasti menemukan hasil, seperti ungkapan R.A. Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang. Atas hal itu, Mayangsari kini memiliki prinsip yang jadi pegangannya, yakni taklukkan diri sendiri, gapai personal best, dan jadikan manfaat sekecil apapun. Tidak sekadar untuk diri sendiri, Mayang juga capaiannya itu untuk ditularkan ke atlet yang lebih muda.

Sehingga bisa diserap sebagai ilmu yang bermanfaat kelak. ’’Lawan terbesar itu bukan orang lain, tapi diri sendiri. Meskpun perempuan, wajib memiliki personal best setiap hari, bukan menunggu lomba. Dan kalau sudah bisa, ilmu jangan disimpan, tapi ditularkan,’’ pungkasnya. (far/fen)

 

Grafis

Nama lengkap      : Mayangsari

Alamat                 : Jl. Joko Tole 41, Magersari, Kota Mojokerto

Tanggal Lahir       : 22 Januari 2005

Sekolah/kampus   : Universitas Negeri Surabaya

Capaian prestasi  :

1. Juara 1 lari 400m gawang putri (PORPROV IX)

2. Juara 1 lari 400m gawang putri (Kejurnas Atletik & Indonesia U18 Open Solo 2025)

3. Juara 1 lari 4x400m estafet putri (Kejurnas Atletik & Indonesia U18 Open Solo 2025)

4. Juara 2 lari 4x100m estafet putri (POMNAS XIX Jawa Tengah Semarang)

5. Juara 1 lari 400m putri (POMPROV JATIM III)

6. Juara 1 lari 4x400m estafet putri (POMPROV JATIM III)

Editor : Fendy Hermansyah
#mayangsari atletik #radang otak #hari kartini