Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto
MEMAKNAI Hari Kartini, bagi Nurul Istiqomah tidak hanya mengenang sosok RA Kartini saja, tetapi juga meneruskan semangat perubahan yang diperjuangkan. Khususnya untuk memperbaiki kualitas hidup perempuan. Termasuk, menciptakan dunia yang ramah bagi perempuan.
Kepala Bapenda Kabupaten Mojokerto ini menegaskan, banyak refleksi yang yang harus diteladani dan dipahami wanita masa kini bersamaan dengan momentum Hari Kartini kali ini. Sektor pendidikan misalnya. Perempuan berhak memperoleh pendidikan yang layak dan tinggi. ’’Perempuan masa kini harus terus belajar, meng-upgrade skill, dan tidak berhenti berkembang mengikuti arus teknologi,’’ jelasnya.
Era modern saat ini, perempuan juga berhak mengikuti modernisasi tanpa harus meninggalkan nilai-nilai tradisional. Termasuk, harus mampu menunjukkan kemampuannya dalam karir, mandiri secara finansial dan berkontribusi terhadap ekonomi. ’’Tak kalah penting sesama perempuan juga harus saling mendukung untuk perubahan yang positif,’’ urainya.
Praktisnya, kondisi itu sudah dibuktikannya setelah banyak berkiprah dalam pembangunan Kabupaten Mojokerto melalui optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD). Hasilnya, di bawah kendalinya, bapenda berhasil genjot realisasi pajak daerah hingga surplus Rp 2,4 miliar atau mencapai Rp 514 miliar dari target Rp 511,56 miliar.
Sehingga hemat Nurul, pesan yang dapat disampaikan kepada para kaum hawa di momen Hari Kartini ini tak lain untuk terus belajar. ’’Jadilah berani dalam mengemukakan pendapat, dukung sesama perempuan, dan kembangkan kemandirian. Bersama-sama, kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik dan setara,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah