Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto
SEMANGAT RA Kartini bukan sekadar sejarah, tetapi inspirasi untuk terus memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan. Di era digital, nilai Kartini relevan untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Kepala Dinkes Kabupaten Mojokerto Dra. Dyan Anggrahini Sulistyowati, M.Si, menuturkan, sehat sebagai fondasi karena perempuan, terutama ibu, berperan penting memastikan gizi, pola hidup bersih, dan kesehatan mental keluarga. ”Tantangan seperti stunting dan tekanan media sosial harus diatasi bersama,” terangnya.
Berikutnya adalah cerdas di era digital. Menurut Dyan, kecerdasan kini mencakup literasi digital, kreativitas, dan berpikir kritis. ”Pendidikan harus inklusif, berkualitas, dan dibarengi penanaman nilai moral agar kecerdasan tidak disalahgunakan,” imbuhnya.
Yang tak kalah penting yakni karakter penentu arah bangsa. Di antaranya harus mengedepankan kejujuran, disiplin, empati, dan gotong royong yang ditanamkan sejak dini di dalam keluarga dan sekolah. ”Perempuan sebagai pendidik pertama memegang peran kunci di tengah derasnya arus informasi,” paparnya.
Berikutnya adalah perempuan berdaya dan anak terlindungi. Hal itu mengandung maksud memberdayakan perempuan dalam pendidikan, ekonomi, dan pengambilan keputusan menciptakan lingkungan aman bagi tumbuh kembang anak.
Artinya, perlindungan anak dari kekerasan dan pengaruh negatif menjadi tanggung jawab bersama. ”Kartini masa kini adalah kita semua. Dengan menanamkan nilai Kartini dalam keseharian, kita wujudkan Indonesia yang maju, adil, dan berdaya saing,” tandasnya. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah