Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada Pelajaran IPS Terhadap Self Efficacy Siswa Kelas VIII Dhirosah Islamiah SMP UBQ Nurul Islam Mojokerto

Fendy Hermansyah • Senin, 20 April 2026 | 11:56 WIB
Asa Nury Fariha, Guru SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam Mojokerto. (dok pribadi)
Asa Nury Fariha, Guru SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam Mojokerto. (dok pribadi)

Oleh: Asa Nury Fariha*)

KURIKULUM Merdeka diformulasikan untuk mendukung pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21. Salah satu keterampilan penting yang berperan dalam keberhasilan belajar siswa adalah self efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuan dirinya dalam menyelesaikan tugas belajar. Namun, dalam praktik pembelajaran IPS, self efficacy siswa masih belum berkembang secara optimal. Meninjau kembali mengenai konteks permasalahan rendahnya self efficacy siswa kelas 8 DI SMP UBQ Nurul Islam yang ditandai dengan kurangnya keyakinan terhadap kemampuan diri, rendahnya ketekunan dalam menyelesaikan tugas, serta kecenderungan mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan belajar.

Padahal self efficacy merupakan bagian penting dari keterampilan hidup dan berkarier yang termasuk dalam keterampilan abad ke-21. Dalam hal ini penguasaannya begitu bernilai tinggi dan dibutuhkan siswa dalam memenuhi pencapaian yang diharapkan, serta untuk menghadapi berbagai tantangan nyata di kehidupan saat ini sampai masa mendatang. Penguasaan keterampilan abad ke-21 juga selaras dengan tujuan dikembangkannya kurikulum merdeka. Namun demikian, realitas pembelajaran menunjukkan bahwa kemampuan tersebut belum berkembang secara maksimal pada sebagian besar siswa. Berlandaskan kondisi tersebut, penelitian ini dinilai memiliki kebutuhan yang urgensi dan relevansi untuk dilakukan.

Dengan demikian, diperlukan penerapan model pembelajaran yang berfungsi sebagai sarana dalam membangun serta memperkuat self efficacy siswa. Salah satu upaya yang strategis dan solutif adalah dengan diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), dalam hal ini desain pembelajaran menekankan kerja sama dalam kelompok heterogen, keterlibatan aktif, serta pengalaman keberhasilan bersama yang dapat menumbuhkan kepercayaan diri siswa. Atas dasar uraian yang telah dijelaskan diatas, penelitian ini mengambil judul Pengaruh Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada Mata Pelajaran IPS terhadap Self Efficacy Siswa Kelas VIII DI (Dhirosah Islamiah) SMP UBQ Nurul Islam Mojokerto”.

Rumusan masalah pada penelitian ini, antara lain: 1. Apakah terdapat pengaruh dari model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran IPS terhadap Self Efficacy Siswa Kelas VIII DI (Dhirosah Islamiah) SMP UBQ Nurul Islam Mojokerto? 2. Seberapa besar pengaruh dari model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) pada mata pelajaran IPS terhadap Self Efficacy Siswa Kelas VIII DI (Dhirosah Islamiah) SMP UBQ Nurul Islam Mojokerto?

Hasil penelitian untuk menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan bahwasannya hasil kajian yang dilakukan, baik melalui analisis data maupun pembahasan, mengarah pada kesimpulan bahwa model pembelajaran STAD yang diterapkan peneliti juga sebagai guru pada mata pelajaran IPS dinyatakan memberikan pengaruh terhadap self efficacy siswa kelas VIII DI SMP UBQ Nurul Islam Mojokerto. Tidak hanya berdasarkan analisis pengujian data, penelitian ini juga selaras dengan teori konstruktivisme Vygotsky, bawasannya kemampuan belajar anak berkembang melalui bantuan orang lain yang disebut dengan Zona Perkembangan Proksimal (ZPD). Pengalaman belajar kolaboratif memungkinkan siswa merasakan keberhasilan dalam menyelesaikan tugas, sehingga secara bertahap meningkatkan keyakinan terhadap kemampuan diri atau self efficacy siswa.

Lebih lanjut lagi penelitian ini juga mencapai tiga indikator self efficacy siswa yaitu level, generality, dan strength. Dalam hal ini tidak hanya dijelaskan secara teoritis tetapi per indikatornya juga telah ditunjukkan melalui cerminan yang terjadi pada tahapan pembelajaran yang dilakukan, seperti penyampaian materi secara bertahap, kerja kelompok, kuis, dan penghargaan tim, yang secara keseluruhan berkontribusi pada peningkatan keyakinan siswa terhadap kemampuan belajarnya. Keselarasan analisis data, pembahasan, kajian teori, juga indikator variabel, semuanya mengarah pada satu kesimpulan yakni model pembelajaran STAD berkontribusi terhadap peningkatan self efficacy siswa

Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa model pembelajaran STAD memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap self efficacy siswa. Berpatokan pada nilai signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 serta nilai T Hitung sebesar 6,845 yang lebih besar dibandingkan nilai T Tabel sebesar 2,036

Gambar Kurva Uji Hipotesis
Gambar Kurva Uji Hipotesis

 

Temuan tersebut menegaskan bahwa hipotesis nol ditolak, sedangkan hipotesis alternatif diterima. Selain itu, tingkat kontribusi model pembelajaran STAD terhadap self efficacy siswa tergolong kuat. Hal ini tercermin dari nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,594, yang menunjukkan bahwa sebesar 59,4% variasi self efficacy siswa dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran STAD, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar cakupan penelitian ini. (*)

 

*) Guru SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam Mojokerto

Editor : Fendy Hermansyah
#opini guru #jawa pos radae mojokerto #opini radar mojokerto #opini siswa