Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Transformasi Pendidikan Pondok Pesantren Nurul Islam: Menyeimbangkan Tradisi Kitab Kuning dan Ilmu Pengetahuan Umum

Indah Oceananda • Jumat, 17 April 2026 | 06:25 WIB
Ahmad Fadhil Izzulhaq, Mochamad Daffa Hafizuddin, Muhammad Arinal Haq, Rayyan Azhar Ramadhan, Satria Bayu Al Fajar, dan Syaiful Fiqri Setiawan, 9 Social Class SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam Mojokerto
Pembimbing: Cyndi Eka Widyawati, M.Pd
Ahmad Fadhil Izzulhaq, Mochamad Daffa Hafizuddin, Muhammad Arinal Haq, Rayyan Azhar Ramadhan, Satria Bayu Al Fajar, dan Syaiful Fiqri Setiawan, 9 Social Class SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam Mojokerto Pembimbing: Cyndi Eka Widyawati, M.Pd

Oleh: Ahmad Fadhil Izzulhaq, Mochamad Daffa Hafizuddin, Muhammad Arinal Haq, Rayyan Azhar Ramadhan, Satria Bayu Al Fajar, dan Syaiful Fiqri Setiawan

9 Social Class SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam Mojokerto

Pembimbing: Cyndi Eka Widyawati, M.Pd

PONDOK pesantren bukan hanya sekadar lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai tempat yang menjaga nilai-nilai budaya (cultural value) dan spiritual dengan ciri khas tersendiri. Ciri khas tersebut terlihat dari peran kiai sebagai uswatun hasanah (teladan/guru), penggunaan kitab kuning sebagai pedoman utama santri dalam menambah wawasan, serta adanya pondok dan masjid sebagai pusat kegiatan spiritual sekaligus tempat tinggal santri.

Seiring perkembangan zaman, pesantren menghadapi tantangan modernisasi dan globalisasi yang tidak bisa dihindari. Hal ini menjadi tantangan penting agar pesantren tetap mampu menjaga dan memperkuat nilai-nilai tradisinya tanpa tergerus oleh perubahan zaman. Transformasi ini bertujuan untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah serta memiliki kemampuan bersaing dengan wawasan global atau internasional.

Pondok Pesantren Nurul Islam merupakan salah satu pesantren berbasis salaf-modern yang memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan secara selektif dan integratif, serta menggabungkan kurikulum nasional dan internasional dengan tetap menjaga budaya Islam.

Di Pondok Pesantren Nurul Islam terdapat berbagai lembaga pendidikan. Pada jenjang SLTP, terdapat SMP UBQ, MTs 1, MTs 2, SMP 2 Trans-Sains, serta MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah) yang fokus pada pendidikan agama seperti fiqih, hadis, dan lainnya, sekaligus menerapkan tradisi salafiyah yang dipadukan dengan sistem modern. Pada jenjang SLTA, terdapat MA 1 Nurul Islam dan SMK UBP Nurul Islam yang bertujuan mengembangkan pola pikir serta bakat santri.

Seiring perkembangan zaman dan arus globalisasi, pesantren juga mendirikan dua lembaga tambahan, yaitu MA 2 Ad-Dauliyah Nurul Islam dan SMA Global School Nurul Islam, yang dirancang untuk memperkuat wawasan global santri agar tidak tertinggal perkembangan zaman.

Selain itu, terdapat jenjang madrasah diniyah yang menjadi jalur utama dalam pendalaman ilmu agama. Di antaranya MDTA (tingkat SLTP), MDTW (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho) pada tingkat SLTA, serta MDTU (Madrasah Diniyah Takmiliyah Ulya) pada tingkat perguruan tinggi yang dikhususkan bagi santri yang telah lulus dan mengabdi sebagai asatidz atau asatidzah. Madrasah diniyah ini menjadi tempat bagi santri untuk mempelajari dan memahami kitab kuning secara lebih mendalam, sekaligus melestarikan tradisi pesantren seperti mengaji dan praktik ibadah (ubudiyah) seperti salat, wudhu, dan lainnya.

Pondok Pesantren Nurul Islam juga dikenal memiliki bangunan yang megah dan fasilitas yang lengkap. Fasilitas tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal santri, tetapi juga untuk menunjang proses pembelajaran, baik ilmu umum maupun ilmu keagamaan. Untuk mendukung pembelajaran sains dan teknologi, pesantren menyediakan berbagai sarana seperti laboratorium komputer, laboratorium bahasa, perpustakaan, smart board, mediatron, dan fasilitas lainnya.

Semua ini bertujuan agar santri dapat mengembangkan bakat dan kemampuan melalui pemanfaatan teknologi informasi secara positif, sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman dengan baik tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. (*)

Editor : Fendy Hermansyah
#ponpes nurul islam #opini radar mojokerto #opini siswa #jurnalisme #Ponpes Nuris Mojokerto