Oleh: Abdulloh Muhaimin Ad Dairoby, Azka Syibra Athailah, Fathir Rizky Firmansyah, Muhammad Maulana Revan, Moh. Fadil Pratama, dan Yudha Tri Lesmana
PESANTREN merupakan salah satu lembaga pendidikan tradisional yang berfokus pada ilmu keagamaan (tafaqquh fiddin). Seiring perkembangan zaman, muncul pesantren berbasis modern dan semi modern. Pesantren tidak hanya mengajarkan pendidikan formal maupun nonformal, tetapi juga membekali santri dengan ilmu kemasyarakatan, seperti public speaking, problem solving, dan kewirausahaan.
Salah satu contohnya adalah Pondok Pesantren Nurul Islam yang memiliki berbagai lembaga kewirausahaan, seperti Nuris Grafika, Nuris Mart, kantin, dan kopontren. Unit-unit usaha ini dikelola oleh asatidz dan asatidzah dengan bantuan santriwan dan santriwati secara sukarela. Kegiatan ini mampu membantu pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren.
Dengan adanya lembaga kewirausahaan tersebut, Pondok Pesantren Nurul Islam telah bertransformasi menjadi pesantrenpreneur yang menjadi sarana pelatihan bisnis bagi santri. Sehingga dapat membentuk karakter santripreneur yang bermanfaat untuk masa depan.
Pesantrenpreneur merupakan konsep pengembangan kewirausahaan santri yang bertujuan untuk melatih keterampilan di bidang bisnis. Konsep ini berfokus pada pembentukan dan pengembangan karakter santripreneur, pembekalan keterampilan serta mental wirausaha, dan menjadikan pesantren sebagai penggerak ekonomi lokal.
Melalui program tersebut, Pondok Pesantren Nurul Islam telah menghasilkan berbagai produk dan layanan. Nuris Grafika memproduksi kaus, gantungan kunci, dan stiker. Selain itu, terdapat kantin, kopontren, dan Nuris Mart yang menyediakan makanan, minuman, serta kebutuhan harian santri.
Ada juga Nuris Barbershop untuk potong rambut, Nuris Medika yang melayani kesehatan dan obat-obatan, serta Nuris Project yang menyediakan jasa editing. Semua ini dapat terus dikembangkan sebagai usaha yang dikelola oleh santri yang telah dibekali jiwa santri preneur.
Manfaat dari pemberdayaan santri di Nurul Islam antara lain, membantu memenuhi kebutuhan harian masyarakat di lingkungan pesantren, menjadi bekal bagi santri untuk berwirausaha di masa depan, mengurangi ketergantungan pesantren terhadap pihak luar, serta menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar yang menjadi pemasok di kantin pesantren.
Dengan demikian, pesantrenpreneur mengintegrasikan fungsi Pondok Pesantren Nurul Islam yang sebelumnya hanya sebagai tempat pendidikan agama (tafaqquh fiddin) menjadi juga sebagai tempat pelatihan pemberdayaan ekonomi. Peran pesantren melalui kegiatan kewirausahaan sangat penting dalam mempersiapkan santri yang unggul di bidang usaha (santripreneur), sekaligus membantu memenuhi kebutuhan santri dan masyarakat sekitar. (*)
*) 9 Social Class SMP Unggulan Berbasis Al-Qur’an Nurul Islam Mojokerto
Pembimbing: Cyndi Eka Widyawati, M.Pd
Editor : Fendy Hermansyah