TEKAD tersebut tak lepas dari pengalamannya karirnya yang dimulai dari titik terbawah, yakni sebagai dokter Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Toeloengredjo, Pare Kediri. Sebagai dokter di rumah sakit BUMN, Rudy tak segan bekerja seharian penuh dalam merawat pasien. Hingga kemudian, ia dipromosikan sebagai Manager Unit Rawat Jalan RS Toeloengredjo.
Kemudian, dia berangsur-angsur diangkat sebagai Vice President (VP) Operasional PT Nusantara Medika Utama (NMU), Direktur RS Medika Utama, VP HC GA PT Nusantara Medika Utama, hingga Direktur RS Gatoel sejak Februari 2025 lalu. ’’Karir kami awali dari dokter IGD tahun 1999. Sejak awal, kami bertugas di fasilitas kesehatan di bawah PT NMU,’’ ungkap Rudy kepada Jawa Pos Radar Mojokerto.
Meski menjadi pimpinan tertinggi, Rudy tetap memprioritaskan pelayanan prima kepada seluruh pasien. Khususnya di RS Gatoel yang memiliki beberapa layanan kesehatan spesialis, seperti Eye Center, Uronefro Center, dan Onkologi.
Atas komitmen itu, sejumlah penghargaan berhasil diraih pria kelahiran 25 April 1971 ini. ’’Kami berhasil mendapat penghargaan sebagai Best achievement dari PT Nusantara Medika Utama dan Zero Accident dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa tahun 2025 lalu,’’ tandasnya.
Ke depan, Rudy ingin mewujudkan RS Gatoel menjadi rumah sakit pilihan masyarakat Mojokerto. Yakni dengan mengedepankan nilai-nilai positif yang dicanangkan Pertamina Bina Medika Indonesia Healthcare Corporation (Pertamedika IHC) sebagai induk perusahaan,yakni melayani pasien sepenuh hati.
Sosialisasi dan pemahaman mengenai customer experience menjadi bentuk layanan yang diterapkan kepada seluruh karyawan rumah sakit yang berdiri sejak tahun 1927 ini. ’’Agar pasien mendapatkan layanan terbaik. Selain itu, semua komplain dari masyarakat langsung kami monitor dan tindak lanjuti,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah