Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Achmad Rusyad Manfaluti, Berdayakan Remaja Masjid Jadi Pemimpin Masa Depan

Yulianto Adi Nugroho • Minggu, 18 Januari 2026 | 07:00 WIB

 

Achmad Rusyad Manfaluti, Takmir Masjid Agung Al-Fattah, Kota Mojokerto
Achmad Rusyad Manfaluti, Takmir Masjid Agung Al-Fattah, Kota Mojokerto
Sosok Achmad Rusyad Manfaluti tak bisa dilepaskan dari dunia kepemudaan. Melalui takmir Masjid Agung Al-Fattah, Kota Mojokerto, dirinya kini mengabdikan diri untuk menemani remaja masjid (remas). Para pemuda penggerak masjid di kompleks Alun-Alun Wiraraja itu diberdayakan agar menjadi generasi yang terampil, cinta Tanah Air, berakhlak mulia, dan siap menjadi pemimpin masa depan. 

FALUT, panggilan Achmad Rusyad Manfaluti, menggungkapkan, remaja masjid bukan hanya menjaga dan memakmurkan masjid, melainkan para generasi muda yang akan menjadi penerus perjalanan para pendahulunya, baik dalam yayasan maupun takmir masjid.

’’Kami mencoba memformat bagaimana remas itu menjadi sebuah gerakan dari nilai-nilai moral, nilai Islamiah, sampai kemudian bagaimana bisa berwirausaha dengan adanya kegiatan-kegiatan di masjid,’’ tutur Ketua Bidang Idaroh Takmir Masjid Al-Fattah tersebut saat ditemui di rumahnya yang asri di Jalan Empu Supo, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (16/1).

Program kegiatan Remas Al-Fattah dikemas dalam bentuk pemberdayaan diri anggota seperti kajian rutin, peningkatan kapasitas, hingga penyelenggaraan acara yang bersifat inklusif bagi seluruh elemen masyarakat. Hasilnya, antara lain ada lomba foto, pelatihan konten kreator, festival Islamiah, serta lahirnya produk parfum bernama Famoo yang merupakan bagian pengembangan ekonomi keumatan.

Dalam upaya menggerakkan organisasi remas, Falut melakukan pendekatan dengan mengenali setiap pribadi anak. Dari sana, karakter dan minat mereka dapat diketahui sehingga bisa disesuaikan dengan program yang dijalankan secara dimanis. ’’Passion saya memang ngeramut anak muda,’’ tutur pria 54 tahun itu disambung tawa.

Menurutnya, anggota remas yang berada di Jalan KH. Hasyim Asy’ari nomor 1, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon itu tidak hanya pemuda dari Kota Mojokerto. Banyak di antara mereka yang berasal dari Kabupaten Mojokerto, bahkan pernah ada yang dari Jombang. Anggota yang terdata saat ini sekitar 45 orang. Mereka terdiri dari pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa. ’’Takmir masjid membuka pintu lebar untuk semua anak-anak muda yang ingin bergabung dengan remas,’’ ungkapnya.

Semangat Falut menemani generasi muda tak lepas dari prinsip yang diyakininya yakni untuk mengubah satu generasi harus dilakukan dengan meraih generasi sebelumnya. Melalui gerakan remas, mereka disiapkan menjadi sosok-sosok yang memiliki kapasitas diri serta ideologi yang berkaitan dengan Aswaja dan nasionalisme. ’’Anak-anak muda inilah yang disiapkan menjadi pemimpin masa depan lewat gerakan konkret, pemimpin yang tidak harus menjadi wali kota atau gubernur, tapi minimal menjadi pemimpin keluarga yang bertanggung jawab,’’ tandasnya.

Menurutnya upaya ini selaras dengan prinsip Ketua Takmir Masjid Agung Al-Fattah KH. Abdul Halim Hasyim dan Ketua Yayasan Masjid Agung Al-Fattah H. Sudarno. Yakni, bagaimana masjid bisa melayani jemaah dan berkontribusi kepada masyarakat luas. ’’Ini berkaitan dengan peran ubudiyah sebagai sisi kerelawanan dan sisi pemberdayaan ekonomi lewat perencanaan koperasi dengan usaha parfum Famoo sebagai salah satu bentuknya,’’ jelas dia. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#remaja masjid #radar mojokerto #jawa pos radar mojokerto #figur