’’Dengan menghormati peran ibu, negara menegaskan komitmennya pada kebijakan pro-perempuan,’’ kata politikus PDI Perjuangan tersebut dalam peringatan Hari Ibu 2025.
Menurut Silvia, ibu merupakan fondasi utama pembangunan manusia karena pendidikan karakter, kesehatan, dan nilai kebangsaan bermula dari rumah. Karena itu, Hari Ibu menjadi momen strategis untuk memperkuat kebijakan perlindungan ibu dan anak, kesetaraan akses pendidikan dan pekerjaan, perlindungan dari kekerasan dalam rumah tangga, serta jaminan kesehatan dan cuti melahirkan. ’’Secara politis, ini adalah momen menunjukkan keberpihakan pada isu gender dan keluarga,’’ tandasnya.
Ia menambahkan, Hari Ibu berakar dari Kongres Perempuan Indonesia 1928 yang sarat semangat perjuangan. Ibu tidak hanya diposisikan sebagai pengasuh, tetapi juga agen perubahan sosial dan politik, sekaligus simbol persatuan bangsa. ’’Suara ibu penting dalam demokrasi karena dekat dengan persoalan riil masyarakat dan menjadi penopang ketahanan sosial di tengah krisis,’’ pungkasnya. (adi/fen)
Editor : Fendy Hermansyah