Istri almarhum Mochamad Soleh ini menyatakan, Hari Ibu adalah kesempatan menghargai kekuatan, kelancaran, dan cinta yang terus ditumbuhkan. Sekaligus melihat bagaimana peran ibu bisa hadir lebih baik bagi keluarga.
”Hari Ibu tahun ini, saya maknai sebagai momen strategis untuk menegaskan peran perempuan dalam pembangunan bangsa,” katanya.
Menurut sekretaris Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Mojokerto ini, perempuan bukan sekadar penggerak dalam keluarga, tetapi juga agen perubahan di ruang publik.
”Sebagai seorang ibu yang juga mengemban amanah publik, saya melihat Hari Ibu sebagai pengingat kemajuan negara sangat ditentukan oleh sejauh mana perempuan diberdayakan, dilindungi, dan dilibatkan dalam proses pengambilan keputusan," imbuhnya.
Ia percaya, bahwa peran sebagai ibu adalah identitas yang paling mendasar dalam hidupnya. Sementara peran sebagai wakil rakyat adalah amanah yang Tuhan titipkan melalui masyarakat.
”Keduanya penting dan saling menguatkan. Tetapi, amanah besar memang tidak mudah. Kuncinya adalah dukungan keluarga dan komitmen untuk menjadikan kedua peran ini saling menguatkan, bukan saling menghalangi,” tandasnya.
Ia lantas mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk bangkit dan mengambil peran lebih besar dalam pembangunan nasional. Menjaga keluarga, menegakkan akhlak, terus belajar, serta menguatkan diri. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah