Menurut Ning Hana, nilai utama yang dapat direfleksikan pada Hari Ibu adalah semangat berkarya dan berdaya. Perempuan, khususnya ibu, memiliki hak dan ruang untuk mengembangkan potensi serta kemampuan diri agar tetap berdaya dan berkontribusi dalam pembangunan. ’’Perempuan mempunyai hak dan ruang untuk bisa berkarya sesuai dengan potensi dan kemampuannya agar tetap berdaya dalam memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa,’’ tegasnya.
Ia menambahkan, peran sentral ibu dalam pendidikan dan pembentukan karakter menjadi kunci penguatan ketahanan keluarga dan bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Peran tersebut, kata Ning Hana, harus dilandasi nilai ketulusan dan kasih sayang. ’’Ibu adalah fondasi utama dalam membentuk karakter generasi penerus,’’ tandasnya.
Sebagai pendamping Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, Ning Hana menyadari peran gandanya harus dijalani secara profesional dan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap amanah membawa tantangan yang harus dihadapi dengan terus belajar dan menjaga keseimbangan peran. ’’Utamanya tetap menjalankan peran sebagai seorang ibu,’’ tuturnya.
Di akhir, Ning Hana berpesan agar para ibu terus menjadi teladan bagi anak-anaknya. Ia mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kualitas diri demi menguatkan ketahanan keluarga dan bangsa. ’’Jadilah calon ibu dan ibu terbaik sesuai versi masing-masing, dengan penguatan spiritual, emosional, dan intelektual,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah