Pertama, pemberdayaan diri termasuk secara ekonomi; kedua, peran sebagai pendidik generasi penerus bangsa, dan menjadi sumber inspirasi; serta keempat, fondasi dalam membangun keluarga yang kuat.
”Perempuan yang berdaya adalah perempuan yang mampu mengembangkan potensi diri secara menyeluruh, tidak hanya di ranah publik seperti karier, tetapi juga di ranah privat dalam keluarga,” katanya.
Perempuan yang berdaya, lanjut dia, adalah perempuan yang memiliki kemandirian, termasuk dalam memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, serta berkontribusi dalam perekonomian keluarga. Baik secara langsung maupun tidak langsung.
Bagi Sri Indahyani, pemberdayaan ini penting untuk menciptakan keluarga yang sejahtera dan berkontribusi pada pembangunan bangsa secara keseluruhan. ’’Perempuan, khususnya sebagai ibu, adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya,’’ tambahnya.
Mereka berperan krusial dalam membentuk fondasi karakter, akhlak, dan keimanan anak sejak dini melalui pendidikan di rumah. Sehingga keluarga yang dipimpin oleh perempuan yang mendidik dengan baik akan melahirkan generasi yang berkualitas dan membangun bangsa yang kuat.
Sebab, perempuan adalah pilar penting dalam membangun keluarga yang kokoh, harmonis, dan menjadi pusat nilai-nilai kehidupan. ’’Perempuan yang memiliki komitmen moral dan spiritual yang kuat juga menjadi inspirasi bagi pasangannya dan anak-anaknya untuk hidup lebih bermakna,’’ imbuhnya.
Sebagai ibu sekaligus pendidik, dirinya mengajak semua ibu untuk selalu mendidik dengan hati. Jadikan setiap tantangan sebagai pupuk untuk menumbuhkan tunas-tunas harapan bangsa. ’’Mari kita terus belajar dan berinovasi. Yang terpenting, terus menyalakan api semangat dalam diri kita, agar dapat membakar semangat belajar anak-anak kita. Jadilah inspirasi, bukan hanya instruksi. Jadilah teladan, bukan hanya tuntunan,’’ tandasnya. (bas/ris)
Editor : Fendy Hermansyah