BAHKAN wanita 31 tahun ini merasa ingin terus menghadirkan pembelajaran yang menarik dan bermakna. Di mana, materi pembelajaran yang ia ajarkan bisa terasa relevan dan berharga di kehidupan nyata siswa, sehingga bukan sekadar fakta atau angka di atas kertas.
Motivasi ini selaras dengan prinsipnya yang selalu ingin belajar. Sehingga dapat memberikan dampak yang nyata bagi siswanya. ’’Karena usaha kecil yang saya lakukan di kelas ternyata memberi dampak besar. Sehingga saya ingin terus menghadirkan pembelajaran yang engaging, meaningful, dan student-centered. Guru juga harus selalu belajar karena learning never stops bagi siapa pun yang memilih jalan pendidikan,’’ tegas ibu dua anak ini.
Dalam perjalanannya sebagai pendidik, warga Kelurahan Kauman, Kecamatan Mojosari ini telah menelurkan satu inovasi pembelajaran yang menarik, bermakna serta berpusat pada siswa. Yakni pembelajaran model kepemimpinan berbasis tantangan intelektual dan teknologi. Pembelajaran ini mirip dengan permainan Escape Room Leadership Challege.
Dengan menggabungkan unsur teka-teki (mystery mission), aksi nyata (real project), dan teknologi digital (IT based task). Hasil dari pembelajaran tersebut, siswa berhak menjadi ASCo (Al Akbar Student Council) Leadmission atau program Osis mini SDI Al-Akbar yang seru, update, dan berkarakter. Dengan model pembelajaran tersebut, Sandrita optimistis empati, tanggung jawab, dan kreativitas anak semakin terpacu.
Bahkan dalam membentuk karakter pemimpin cilik abad-21 yang berpikir kritis, berjiwa kolaboratif, dan berkarakter kuat sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. ’’Kami ingin menjadikan ASCo ini sebagai laboratorium kepemimpinan berbasis deep learning,’’ tandasnya. Ke depan, Sandrita juga berharap mampu kembali menelurkan inovasi demi inovasi.
Dirinya juga berharap penghargaan guru favorit yang ia terima justru menjadi langkah awal untuk memperluas kontribusinya, baik di sekolah maupun di komunitas pendidikan. Guru kelas VI ini juga ingin lebih banyak berbagi praktik kepada sesama guru. Hal ini agar semakin banyak guru yang terinspirasi untuk menghadirkan pembelajaran yang joyful, relevant, dan empowering bagi siswa. ’’Harapan saya, pengalaman ini dapat mendorong saya untuk terus berkembang sebagai guru yang open-minded, collaborative, dan impactful dalam setiap karya dan pengabdian,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah