Optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) menjadi salah satu kunci mencapai kemandirian fiskal. Dengan terus meningkatkan PAD, pemerintah daerah bakal memiliki fondasi keuangan yang kuat, sehingga pembangunan bisa semakin merata.
Aspek itulah yang menjadi perhatian anggota Komisi II DPRD Kabupaten Mojokerto Yoga Vardhana, S.Sos. Wakil rakyat dari Fraksi Gerindra ini mendorong Pemkab Mojokerto memaksimalkan setiap potensi pendapatan daerah.
”Kami di komisi II DPRD yang antara lain membidangi keuangan senantiasa mendorong pemda untuk terus meningkatan PAD, karena ini sangat penting untuk pembangunan daerah,” ujarnya.
Data Bapenda Kabupaten Mojokerto menunjukkan, realisasi PAD dalam lima tahun terakhir terbilang moncer. Kecuali 2023, capaian realisasi PAD 2019-2024 selalu melebihi target. Bahkan, penerimaan PAD tahun ini telah mencapai Rp 795 miliar dari target Rp 823 miliar alias 96,74 persen.
Menurutnya, pemkab perlu terus berinovasi untuk menjaring setiap sektor yang berpotensi menyumbang PAD. Selama ini, sebagian besar PAD ditopang dari sektor pajak daerah. ”Karena itu harus ada terobosan-terobosan baru untuk terus memaksimalkan pendapatan daerah,” tandasnya.
Menurut Yoga, tingkat penerimaan PAD menjadi faktor penting dalam melaksanakan program pembangunan daerah. Seperti infrastruktur dasar, pelayanan publik, hingga kesejahteraan masyarakat. Dengan capaian PAD yang baik, daerah bisa mandiri secara fiskal, sehingga tak lagi bergantung pada dana transfer pemerintah pusat. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi