SUDAH setahun ini Muhamad Hafifudin didapuk menjadi anggota DPRD Kabupaten Mojokerto. Selama itu pula, Hafif konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat. Terutama, dalam hal pemerataan infrastruktur di penjuru Kabupaten Mojokerto.
Legislator dari Partai Demokrat ini berupaya mendorong pemerintah daerah untuk memaksimalkan pemerataan pembangunan hingga ke pelosok 18 kecamatan. Hal ini merupakan salah satu prioritas usulan masyarakat yang dijaring melalui kegiatan reses yang mesti diakomodir anggota Komisi III DPRD Kabupaten Mojokerto ini.
”Setiap masyarakat hingga di pelosok Kabupaten Mojokerto punya hak yang sama untuk mendapatkan pemerataan pembangunan. Tugas kami sebagai legislatif akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat sampai bisa terwujud,” ungkapnya.
Komitmen ini selaras dengan posisinya saat ini yang membawahi bidang pengawasan pembangunan infrastruktur, sumber daya alam (SDA), dan lingkungan hidup. Pembangunan infrastruktur jalan oleh Pemkab Mojokerto menjadi salah satu poin yang terus dia kawal.
Keberadan akses jalan yang memadai hingga di pelosok desa, menurut Hafif, bakal berdampak positif bagi perekonomian masyarakat. Selain kemudahan mobilitas warga dalam beraktivitas sehari-hari.
Pihaknya juga terus berkolaborasi bersama eksekutif untuk sesegera mungkin menuntaskan program pembangunan dan rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH). Terlebih, masih ada 9.106 dari 15 ribu RTLH di kabupaten yang butuh perbaikan.
”Pemerintah harus hadir dengan solusi nyata. Karena memang masih banyak warga Kabupaten Mojokerto yang tinggal di rumah yang kondisinya kurang layak,” sebut anggota dewan asal Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, ini. Menurutnya, asas manfaat jadi salah satu aspek penting dalam pemerataan pembangunan di daerah.
Pembangunan Dam Wonokerto di Desa Wonodadi, Kecamatan Kutorejo, pun tak lepas dari sorotan pemuda kelahiran 8 Agustus 1996 tersebut. Sebagai wakil rakyat, pihaknya berkomitmen untuk memastikan pembangunan fisik ini berjalan dengan baik.
Sehingga proyek senilai Rp 4,1 miliar tersebut bisa maksimal memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
”Karena proyek ini akan sangat bermanfaat bagi para petani. Beberapa waktu lalu kami lakukan audiensi dengan rekanan dan DPUPR agar pengerjaannya optimal dan sesuai SOP (standar operasional prosedur),” tandas Hafif. (vad/ris)
Editor : Hendra Junaedi