DUDUK di kursi parlemen tak sekadar membuat Eka Septya Juniarti perjuangkan hak-hak kebutuhan dasar masyarakat, politisi PKB ini juga mempunyai segudang tanggung jawab moral. Salah satunya mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air dimulai dari diri sendiri.
Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, cinta tanah air merupakan perasaan bangga, memiliki, menghargai, menghormati, dan loyalitas terhadap negara. Diwujudkan dalam sikap dan tindakan mengabdi, menjaga, melindungi, dan membela tanah air dari berbagai macam ancaman. ’’Menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air itu juga harus dimulai dari diri sendiri,’’ ungkap Eka Septya Juniarti, mengawali perbincangan dengan Jawa Pos Radar Mojokerto.
Mengapa dimulai dari diri sendiri? terang Eka, karena setiap individu adalah bagian terkecil dari negara. Sehingga tindakan positif dari diri sendiri akan membentuk masyarakat dan negara yang lebih baik. Dimulai dari perbaikan diri, seperti meningkatkan keterampilan, menjaga kebersihan, dan bangga menggunakan produk dalam negeri. ’’Tindakan nyatanya bangga dan aktif menggunakan produk-produk dalam negri. Termasuk mendukung pengusaha lokal,’’ tandasnya.
Tak sekadar itu, pada bidang lingkungan dan budaya, cintah tanah air ini dimulai dari menjaga lingkungan sekitar, mempelajari dan melestarikan budaya daerah dan nasional. Tak terkecuali mempelajari sejarah perjuangan pahlawan kemerdekaan serta menggunakan bahasa daerah maupun bahasa Indonesia yang baik dan benar. ’’Selanjutnya untuk menjaga persatuan keamanan dan kesatuan bangsa, kita harus bijak dalam memanfaatkan teknologi. Salah satunya dengan tidak menyebarkan ujaran kebencian dan berita bohong (hoax),’’ jelasnya.
Lebih lagi, kata anggota DPRD dua periode ini, di tengah pengaruh globalisasi dan budaya asing yang mengikis nilai-nilai lokal. Kurangnya sosialisasi dan pendidikan tentang budaya dan sejarah bangsa, serta adanya rasa kecewa terhadap kondisi negara atau pemerintahan. Selain itu, perkembangan teknologi digital yang tidak digunakan secara bijak dan rendahnya peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan juga menjadi penyebab lunturnya rasa cinta tanah air. Terutama pada generasi muda. ’’Jadi, rasa cinta tersebut merupakan fondasi yang harus dipupuk secara internal oleh setiap individu, bukan sesuatu yang datang dari luar atau paksaan. Dimulai dengan kesadaran diri,’’ tegasnya.
Sehingga, hemat Eka, individu dapat mengekspresikan kesetiaan, kepedulian dan penghargaan terhadap bangsa melalui tindakan nyata. Seperti bangga menggunakan produk dalam negri, menjaga lingkungan, melestarikan dan menghargai budaya. ’’Tak kalah penting menjaga dari berbagai bentuk ancaman dan perpecahan. Sehingga menghasilkan nasionalisme yang kuat dan berkontribusi pada kemajuan serta keamanan negara,’’ urainya.
Di sisi lain, selama duduk di kursi parlemen Eka Septya Juniarti, juga konsisten dalam perjuangkan hak-hak kebutuhan dasar masyarakat. Mulai dari pemerataan pembangunan infrastruktur, akses pendidikan yang berkeadilan dan bermutu, hingga akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat tanpa pandang bulu. ’’Termasuk kita selalu perjuangkan kesejahteraan guru TPQ di Kabupaten Mojokerto juga bagian dari khidmat kami di DPRD kepada Nahdlatul Ulama,’’ pungkasnya. (ori/fen)
Editor : Hendra Junaedi