Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Seimbangkan Akademik dan Modeling

Indah Oceananda • Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:00 WIB

 

Shafa Gadiza Diana Siswa SMA Taruna Nala Jawa Timur Asal Mojokerto
Shafa Gadiza Diana Siswa SMA Taruna Nala Jawa Timur Asal Mojokerto

 

Shafa Gadiza Diana atau yang lebih akrab disapa Diza, adalah sosok belia yang punya ambisi dan bakat yang luar biasa. Ia telah menunjukkan kemampuannya dalam berbagai bidang, terutama di dunia modeling.

 Memang, sejak kecil, putri pasangan Rachmat Suharyono dan Erva Diana ini sudah memiliki ketertarikan besar terhadap dunia fashion dan seni. Hingga akhirnya membawanya terjun ke dunia modeling sampai saat ini. ”Sudah mulai menekuni dunia modeling sejak 5 tahun, tepatnya saat masih TK,” paparnya.

 Sejak memulai modeling di usianya yang masih dini itu, Diza menghadapi banyak tantangan besar dalam membangun kepercayaan diri, termasuk memahami teknik-teknik modeling yang diperlukan. ”Ya sempat ikut kursus modeling juga di Mojokerto. Tapi, mulai mendalami lagi di Surabaya,” imbuh remaja 17 tahun ini.

 Dengan dukungan keluarga, teman, dan mentor yang tepat, Diza terus mengasah kemampuannya dan memperluas pengalaman melalui berbagai project. Baik berskala besar maupun kecil. Sehingga memberikan banyak pelajaran berharga baginya. ”Berkat banyak latihan itu, saya akhirnya memberanikan diri ikut ajang Putera Puteri Batik tingkat Jawa Timur 2025. Alhamdulillah, menang di kategori best catwalk,” ulas remaja kelahiran Mojokerto, 24 Mei 2008, ini.

 Tak hanya berbakat di dunia modeling, Diza juga piawai di bidang story telling. ”Pernah juara tingkat sekolah,” beber dia. Di balik kesuksesannya ini, Diza tetap menyadari perihal pentingnya keseimbangan antara kehidupan akademik dan karirnya di dunia modeling. 

Sebagai pelajar di SMA Taruna Nala Jawa Timur, ia dikenal memiliki rutinitas padat. Meski demikian, Diza dituntut untuk bijak dalam mengatur waktu. ”Di bawah bimbingan bu kepala sekolah, Dra. Husnul Chotimah, saya tetap berusaha menyeimbangkan akademik dan hobi di dunia modeling,” beber pelajar kelas XI ini. 

Namun, ia percaya, kesuksesan tidak datang secara instan. Tetapi, melalui kerja keras, ketekunan, dan rasa percaya diri yang kuat. Sehingga bagi remaja asal Perum Wisma Sooko Indah 2, Jalan Hiu Blok I Nomor 10, Desa/Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, ini kegagalan bukanlah hal yang perlu ditakuti. Baginya kegagalan adalah guru yang berharga untuk memperkuat diri. 

Ia lantas mengajak anak muda untuk berani mengambil risiko, terus berjuang, dan tidak pernah berhenti belajar dari setiap pengalaman. ”Harus berani bermimpi besar dan mengejar impian tanpa rasa takut. Setiap langkah yang diambil, baik kecil maupun besar, mendekatkan kita pada tujuan,” tandas alumnus SMPN 2 Mojokerto ini. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#memperluas akses pendidikan #kemampuan akademik #SMA Taruna Nala Jawa Timur #modelling #catwalk