Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Seniman Cilik Asal Ngoro Mojokerto Go Internasional

Indah Oceananda • Rabu, 6 Agustus 2025 | 16:20 WIB

Aisyah Azkadina Aqilah Al Khusaini
Aisyah Azkadina Aqilah Al Khusaini
 

Sesungguhnya bukan hal yang mengherankan jika lukisan karya Aisyah Azkadina Aqilah Al Khusaini dipamerkan dalam pameran nasional. Sebab, bocah 9 tahun itu bukanlah pelukis kemarin sore. Sejak kecil ia sudah terbiasa dengan dunia seni rupa. Ai, sapaan akrab Aisyah Azkadina Aqilah Al Khusaini, berhasil mengharumkan namanya hingga kancah internasional.

 Ia berhasil memenangkan berbagai macam penghargaan nasional maupun internasional, serta mengikuti pameran seni. ’’Total sudah ada 8 pameran nasional yang diikuti Ai selama 2025 ini. Terbaru, pameran Another Day to Play di Surabaya pada 25 Juli sampai 3 Agustus kemarin,’’ kata sang ibunda, Lailil Wakhidatus Solikha. 

Putrinya yang kini duduk di kelas 3 SDN Mojosari, itu memiliki bakat melukis, terlebih lingkungan keluarga akrab dengan dunia seni rupa. Lailil melihat potensi melukis pada Ai sejak usia 2 tahun. ’’Dari kebiasaannya menggambar di kertas, kardus bekas kemasan atau kertas struk belanja akhirnya sering diajak om-nya yang juga pelukis Yogyakarta,’’ terang dia.

 Menginjak usia 4 tahun, Ai pun mulai mengikuti beberapa kompetisi mewarnai. Bahkan, setiap Sabtu dan Minggu, ia tak pernah absen berkompetisi hingga ke luar kota. ’’Sempat ikut  kursus mewarnai juga di kursus mewarnai Ored. Lalu, saat usia 7 tahun, Ai lolos mengikuti open call pameran yang diadakan Vinautismn gallery dan Lotus Art Courses. Kemudian Ai pun bergabung di kursus tersebut,’’ imbuh warga Dusun Karanggayam, Desa Jasem Kecamatan Ngoro ini.

 Meski masih belia, Ai punya banyak pengalaman dalam dunia lukis. Berkat karyanya, ia juga banyak meraih prestasi tingkat internasional. Antara lain, Kanagawa Prize dalam Kanagawa Biennial World Children's Art Exhibition dan Sekisui House Award di ajang Koji Kinutani Tenku Museum Kids Art Competition, yang keduanya digelar di Jepang.

 Berikutnya penghargaan dari Concour International d'Arts Plastiques Art and Culture, UNESCO, Prancis; medali emas di ajang Children's Painting Competition, Turki; Gold Palette Winners dalam International Children's Art Competition & Concourse, Makedonia Utara, serta penghargaan International Youth Art Exhibition Nova Zagora, Bulgaria. 

’’Selama kursus, Ai diberi kebebasan dalam melukis apa pun sesuai dengan imajinasinya. Selain itu, banyak event maupun kompetisi internasional yang diikuti, didukung langsung oleh Founder Lotus, Kak I Putu Mahendra yang sering memotivasinya,’’ bebernya.

 Setiap kompetisi memberikan tema maupun media yang beragam, terkadang juga dengan tema bebas. Lailil menyebutkan, buah hatinya itu lebih sering melukis dengan objek yang tidak lepas dari karakter monster. ’’Bagi dia, karakter monster memiliki bentuk, ukuran, warna yang beragam. Ai sering melukis sesuai dengan imajinasinya setelah melihat film,’’ paparnya. 

Ke depan, putri dari Akhmad Khusaini ini masih terus berproses dan mengembangkan potensinya dalam dunia lukis. Menurut Lailil, masih banyak yang perlu dikembangkan dan dipelajari oleh buah hatinya itu. ’’Jadi masih akan tetap sering mengikuti kompetisi internasional maupun pameran, agar banyak membuka cara pandang dan wawasan Ai dalam seni lukis,’’ tandasnya. (oce/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#go internasional #penghargaan #lukisan #raih prestasi #seniman cilik