Meneladani semangat Raden Ajeng (RA) Kartini, sangat relevan dengan perempuan masa kini. Dalam pandangan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Prof. dr. Soekandar Mas'ulah, semangat tersebut bisa menjadikan perempuan masa kini mandiri dan berkontribusi dalam masyarakat.
Konsep kesetaraan gender yang diperjuangkan RA Kartini sejalan dengan perspektif pendidikan Islam. ”Alhamdulillah dengan perjuangan Kartini, saat ini sudah muncul perempuan dengan karir cemerlang dan pemimpin perempuan yang berkontribusi nyata di manapun berada,” katanya.
Namun, tak dapat dielakkan, wanita karir tidak bisa terlepas dari kodrat sebagai perempuan. Peran sebagai istri maupun ibu juga harus berimbang. Harus pandai-pandai membagi waktu. Sehingga karir dan keluarga sama-sama berjalan dengan seimbang.
”Insya Allah dengan menyeimbangkan antara kehidupan karir dan keluarga, tetap menyadari kodrat sebagai perempuan, maka kehidupan rumah tangga dan karir akan berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi