KOTA Mojokerto patut berbangga lantaran punya generasi yang gemilang. Aira Lubna, salah satunya. Pelajar SMP Taruna Nusa Harapan (TNH) itu sukses menunjukkan bakatnya di dunia akting dengan menjadi pemeran pembantu utama di film ’’Desa Mati’’.
Diungkapkan Erfi alias Fifi, sang ibunda, Aira memulai karirnya dari dunia modelling sejak di Playgroup tahun 2015 lalu. Setelah mengikuti berbagai kompetisi, pada 2018 Aira Lubna menjadi juara 1 Fotogenik, dalam sebuah kompetisi nasional. ’’Sejak saat itulah, Aira mendapatkan tawaran casting dari beberapa agen,’’ ungkapnya.
Diakui sang ibunda, usaha Aira tak selalu berjalan mulus. Namun, karena siswi kelas VIII ini tak patah arang, dia pun berhasil mewujudkan bakatnya tersebut. Buktinya, sebelum membintangi film ’’Desa Mati’’ ini, Aira juga pernah membintangi dua film, yaitu ’’Kembang Kanthil’’, dan ’’Rasuk’’. ’’Dua film sebelumnya juga film bergenre horor seperti film ketiganya,’’ papar Fifi.
Kepala SMP TNH Blasius P Purwa Atmaja, mengapresiasi siswinya itu karena Aira berkontribusi mewujudkan branding Kota Mojokerto, Spirit of Majapahit. ’’Melalui film yang dibintanginya, Aira telah membawa nama baik Kota Mojokerto di kancah nasional. Semangat, kerja keras, dan jiwa pantang menyerah mencerminkan semangat para pendahulu Majapahit, yang terkenal se-Nusantara,’’ ulasnya.
SMP TNH juga tetap memfasilitasi Aira untuk bisa mengerjakan tugas di tengah-tengah aktivitas syutingnya. Bahkan ketika mengikuti gala premiere di Jakarta sejak 1 Maret lalu, Aira tetap mengerjakan tugas-tugas sekolah. Pengalaman penggunaan Google Classroom (GCR) selama pandemi, tetap dipakai oleh SMP TNH dalam mendukung pembelajaran. ’’Dengan demikian, para siswa masih bisa mengakses materi pelajaran dari mana dan kapan saja. Hal ini bisa meminimalisasir kemungkinan ketinggalan materi pelajaran saat siswa punya urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi