BAGI Clover Auckland Cole Wibowo, mengikuti pameran lukisan mempunyai pengalaman rasa yang berbeda. Rasa itu muncul di setiap pameran yang pernah diikuti.
Tercatat, dirinya dua kali ikuti pameran di Kota Gudeg, Yogjakarta membuat rasa yang berbeda sekali. Apa itu? Yup, ketemu pelukis maestro. Di situ, dirinya mendapat banyak wawasan, teknik, hingga keterampilan pewarnaan.
Salah satu pelukis yang pernah dirinya ajak berinteraksi adalah Hani Santana. Dia bertemu pelukis perempuan asal Yogyakarta itu di galerinya. ’’Saya mendapat ilmu waktu bertemu di galerinya di Yogyakarta. Dan setelah itu, saya mengubah konsep maupun warna di lukisanku,’’ terang Clover.
Selain itu, gadis asal Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto juga berinteraksi dengan Mas Ipo. Pelukis yang santai juga membuat Clover mengubah warna goresan lukisan. ’’Saya disarankan melukis sejalan dengan hati. Dan, itu akan membuat hasil yang tepat baik pewarnaan, goresan hingga kesesuaian tema,’’ jelas Clover yang masih duduk di bangku SMA Negeri 1 Puri ini.
Untuk konsep lukisan, dirinya cenderung lebih spontan. Sekaligus, juga menyesuaikan isi hati. Terkadang, apa yang dirinya lihat di luar rumah bisa menginspirasi. Untuk lukisan di Sungging Adi Linuwih #10 beberapa waktu lalu juga mengandalkan spontanitas. ’’Kemarin saya lukis tentang Clover yang artinya daun atau semacam bunga. Dan saya beri manik-manik agar menambah kesan hidup. Apalagi jika kena sinar pasti berbayang. Dan juga sekaligus menyatukan dua hobi,’’ jelasnya.
Selain lukisan, Clover juga beberapa bulan disibukkan membuat desain poster, logo yang dikerjakan melalui aplikasi. ’’Saya juga tengah memperdalam desain iklan, poster hingga logo produk,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi