Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Tampil sebagai Dalang Cilik di Ajang Nasional

Indah Oceananda • Jumat, 29 November 2024 | 14:55 WIB
Pasa Raskha Syailendra
Pasa Raskha Syailendra


Kabupaten Mojokerto patut bangga karena memiliki generasi muda yang peduli terhadap kelestarian budaya. Meski baru berusia 11 tahun, Pasa Raskha Syailendra sudah menjadi dalang cilik yang andal.

Kemampuannya itu dibuktikan lewat Festival Dalang Anak Nasional 2024. Pasa alias Sarijo terpilih mewakili Jawa Timur di ajang bergengsi tersebut. ’’Dari 29 peserta se-Jawa Timur, dia terpilih menjadi salah satu dari lima dalang anak terbaik,’’ kata Didik Sasmito Aji, sang ayah.

Bocah asal Dusun Talunsudo, Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong ini unjuk keahlian di festival tersebut berkompetisi di Gedung Pewayangan Kautaman, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) awal November lalu. ’’Sebelumnya Pasa lolos seleksi melalui Festival Dalang Anak Jawa Timur yang digelar di UPT Taman Budaya Surabaya, tahun lalu,’’ beber Didik.

Menurutnya, saat ini, Pasa terus mempersiapkan diri dengan latihan intensif di rumah. Pelajar yang duduk di bangku kelas V SDN Banyulegi tersebut juga sudah menguasai teknik suluk, salah satu ciri khas dalam pertunjukan wayang kulit. "Dia rutin berlatih, biasanya seminggu tiga kali, habis pulang sekolah pukul 13.00 sampai 17.00 sore,’’ bebernya.

Kepiawaian buah hatinya itu tersebut tak lepas dari support para dalang senior di Jawa Timur. Termasuk, dari Mojokerto dan Sidoarjo yang rutin datang ke rumah Pasa untuk memberikan bimbingan. ’’Pada festival kemarin, Pasa membawakan lakon Babat Wonomarto dengan durasi 45 menit. Itu mengulas cerita tentang berdirinya negara Amarta oleh Pandawa Lima,’’ imbuhnya.

Bakat seni Pasa memang tidak lepas dari latar belakang keluarga. Tak hanya mengaliri darah seni, sang ayah yang juga seorang dalang dan ibunya adalah sinden. Sementara neneknya, Sukarmi, dikenal sebagai maestro sinden jimbe dari Blitar. ’’Terus mendukung bakat yang dimiliki Pasa, dia menjadi salah satu generasi muda yang melestarikan budaya Indonesia lewat wayang,’’ pungkasnya. (oce/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#dalang cilik #figur