BARU dua jam Febri menginjakkan kakinya di rumah. Lelah perjalanan belum sepenuhnya luntur kala Jawa Pos Radar Mojokerto bersambang ke kediamannya di Pulo Wetan, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon, Jumat (27/10) sore.
Sejak 19 Oktober lalu, pemuda kelahiran 2002 tersebut berada di Lampung untuk mengikuti kualifikasi PON (Pra-PON 2024). Febri berangkat bersama 13 atlet angkat berat se-Jatim yang selama sebulan terakhir menjalani pemusatan latihan di Nganjuk.
Febri menduduki peringkat ke 5 di angkat berat kelas 59 kilogram (kg) sekaligus memastikan diri lolos ke PON tahun depan. Di ajang multi event empat tahunan itu hanya diambil delapan atlet dari masing-masing kelas.
Usai menuntaskan kualifikasi, Febri akan kembali menjalani pemusatan latihan mulai Januari nanti. ”Untuk sementara ini di Mojokerto dulu,” ujarnya.
PON 2024 akan digelar di Aceh dan Sumatera pada September tahun depan. Keberhasilan menembus ajang nasional membuat kiprah Febri kian gemilang.
Sebelumnya, putra sulung dari dua bersaudara itu sukses menyabet dua medali emas dan dua pecah rekor di Porprov VIII Jatim/2023, September lalu.
Febri kecil adalah seorang anak yang gemar berolahraga. Yang awalnya suka sepak bola, dia akhirnya rutin masuk gim. Alasan Febri saat itu sederhana, ingin punya badan kekar seperti kakak kelasnya di SMP 6 Kota Mojokerto.
”Pelatih saya ternyata sadar kalau saya latihannya semangat dan bagus, akhirnya ditawari sama Pak Indro ikut angkat berat,” ujarnya sembari mengingat-ingat awal perkenalannya dengan Ketua Pabersi Kota Mojokerto Indro Tjahyono antara 2016-2017 itu.
Hanya dalam hitungan bulan, Febri mulai tampil di berbagai kejuaraan. Tangan dingin Indro berhasil membuat putra pasangan Nur Aini dan Agung Rahmanto ini menjelma lifter andalan.
Tingkatan ajang kejurda, kejurprov, dan porprov sudah dilibasnya. Namun demikian, perjalanan Febri tak selalu mulus.
Dia pernah berhenti latihan selama enam bulan lantaran capaiannya gagal membuatnya diterima di SMA favorit. ”Saya putus asa. Ternyata piagam-piagam saya tidak cukup,” tuturnya.
Lagi-lagi Indro berperan. Bujukannya berhasil meyakinkan Febri kembali berlatih hingga akhirnya alumnus SMAN 1 Mojokerto kelak menjadi lifter andalan kota dan provinsinya.
Torehan gemilang di bidang olahraga membuatnya mendapat beasiswa kuliah di Universitas Mayjen Sungkono jurusan Ilmu Hukum. Febri saat ini sudah memasuki semester 5.
Kesuksesan Febri tak lepas dari dukungan Nur Aini dan Agung yang senantiasa menyertai. Nur Aini begitu bangga anaknya bisa tampil di tingkat nasional.
’’Kan tidak sembarang anak bisa kayak begitu, kita sebagai orang tua ya mendukung dan berdoa saja,” ucap perempuan 44 tahun yang sehari-hari berjualan es degan itu.
Bukan kebanggaan semata. Kiprah Febri di angkat berat juga telah mengangkat derajat keluarganya.
Indro sebagai orang yang membimbing Febri sejak remaja memberi kesaksian itu. ”Febri sudah bisa mensejahterakan orang tuanya,” tutur dia.
Indro menyebut, sudah sejak dulu dirinya memprediksi jika Febri akan menjadi atlet nasional. Ia melihat kemampuan spesial dari bocah tersebut.
”Anak kecil tapi kuat angkat bench press. Tak sarankan setiap hari makan dua telur dan orang tuanya selalu mendukung,” tandasnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah