Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Camat Dawarblandong, Akhmad Taufiq, S.Sos., MM, Utamakan Pengembangan Infrastruktur dan Produk UMKM

Indah Oceananda • Selasa, 19 September 2023 | 13:35 WIB

Camat Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Akhmad Taufiq, S.Sos., MM
Camat Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Akhmad Taufiq, S.Sos., MM
INFRASTUKTUR menjadi instrumen utama dalam memperlancar perputaran roda ekonomi masyarakat.

Sebab, pengembangan infrastruktur berdampak secara multiplier effect terhadap pertumbuhan dan peningkatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Aspek tersebut menjadi acuan Camat Dawarblandong Akhmad Taufiq dalam membangun kesejahteraan warga.

Menurutnya, perkembangan infrastruktur dengan pembangunan ekonomi mempunyai hubungan yang sangat erat dan saling ketergantungan.

’’Yang kita prioritaskan aspek infrastruktur, karena ini membawa pengaruh pada peningkatan mobilitas serta mempermudah akses kegiatan ekonomi masyarakat,’’ katanya. 

Dijelaskan Taufiq, sebagian besar penduduk Kecamatan Dawarblandong merupakan petani. Otomatis, wilayah dengan 18 desa ini memiliki lahan pertanian yang luas.

Untuk mempermudah perputaran ekonomi, pengembangan infrastruktur tak hanya menyasar jalan poros desa.

Namun juga memberikan sentuhan terhadap akses usaha tani.

’’Saat ini pun, kondisi akses usaha tani di Dawarblandong rata-rata sudah bagus. Hanya tinggal beberapa titik saja yang masih membutuhkan sentuhan pembangunan,’’ ulas dia.

Selain mengedepankan infrastruktur, di masa kepemimpinannya, Taufiq mulai memberdayakan hasil pertanian lokal menjadi peluang usaha bagi masyarakat. Khususnya pada tanaman cabai.

INTERAKTIF: Camat Dawarblandong Akhmad Taufiq, S.Sos, MM bersama warga setempat.
INTERAKTIF: Camat Dawarblandong Akhmad Taufiq, S.Sos, MM bersama warga setempat.

’’Karena cabai merupakan komoditas unggulan Dawarblandong. Ini mulai kita rintis agar tidak dijual dalam bentuk hasil tani saja, namun juga dipasarkan dalam wujud produk olahan,’’ ulas dia.

Saat ini, produk UMKM olahan cabai sudah merambah tiga desa. Di antaranya Desa Pucuk, Gunungsari, serta Cinandang.

Produk olahannya berupa bubuk cabai, manisan cabai, serta olahan sambal.

’’Desa Pucuk sendiri sudah menjadi sentra produksi bubuk cabai. Karena Desa Pucuk ini merupakan penghasil cabai paling besar di Kecamatan Dawarblandong,’’ tambah mantan Kabid Pelayanan Perizinan Pemanfaatan Tanah pada DPMPTSP Kabupaten Mojokerto ini. 

Kedepannya, Taufiq menuturkan pengembangan produk UMKM ini sedianya terus diratakan ke seluruh desa.

Ini juga sebagai dorongan respons masyarakat atas pembangunan infrastruktur akses usaha tani.

’’Pemerataan produk UMKM pun tidak hanya menyasar kelompok tani saja. Tapi, nantinya juga akan menggandeng BUMDes, sehingga bisa melibatkan seluruh masyarakat,’’ pungkasnya. (oce/fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#Akhmad Taufiq #infrastruktur #dawarblandong #kabupaten #mojokerto #camat #kecamatan