Selama dua tahun berturut-turut, wilayah dengan 19 desa ini berhasil menjadikan warganya paling tertib pajak.
’’Pembayaran pajak PBB kita nomor satu dan kita target tahun ini juga terbaik di Kabupaten Mojokerto,’’ ungkap Camat Pungging Amsar Azhari Siregar.
Diakuinya, dalam realisasinya memang tidak mudah. Namun, semangat kerja tim yang dilakukan staf kecamatan dan kolaborasi pemerintah desa akhirnya membuahkan hasil.
’’Sebagai komitmen kita memasang target mingguan. Bagi yang tidak berhasil, tiap apel pagi di hari Senin maju dan hormat bendera,’’ ungkapnya.
Punishment ini sebagai komitmen para staf kecamatan selaku pendamping desa untuk memacu semangat.
Sebaliknya, bagi pendamping yang capaiannya melebihi target dan tertinggi, fotonya akan dipasang di kantor layanan Kecamatan Pungging sebagai reward.
’’Fotonya kita pasang sebagai duta PBB. Itu cukup optimal dan saling berkompetisi satu dengan lainnya,’’ tuturnya.
Cara sederhana ini sebenarnya sudah kerap diterapkan di lingkungan swasta.
’’Dan, Alhamdulillah ketika kita terapkan, realisasinya pembayaran PBB kita di wilayah Kecamatan Pungging terpenuhi. Jadi, itu bagian dari support system kerja yang sudah kita terapkan,’’ paparnya.
Prinsipnya, inovasi ini bagian dari gerakan tertib membayar pajak untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mojokerto.
’’Sejatinya pembayaran PBB ini kan juga suatu bentuk kewajiban bagi masyarakat, dan akan dikembalikan kepada masyarakat melalui pembangunan,’’ tandasnya. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah