Tak urung, di tengah mengemban amanah menjadi Camat Pungging, kini dia ingin benar-benar memberikan layanan paripurna terhadap warganya. Berbagai inovasi pun digagas.
Salah satunya menjadikan kantor kecamatan sebagai ruang bermain dan edukasi anak.
Semangat menjadikan kantor layak anak ini bagian dari bentuk keprihatinan ketika melihat seorang ibu-ibu sibuk mengurus anaknya saat mengurus pelayanan di kantonya.
Misalkan, menangis hingga harus lari-lari ke sana kemari di dalam kantor kecamatan.
’’Dari situ akhirnya mulai ada ide, kenapa tidak, kita jadikan kantor Kecamatan Pungging ini ramah anak,’’ ungkap pria kelahiran 10 Juni 1978 ini.
Pencanangan kantor layak anak ini sudah berjalan delapan bulan terakhir. Alhasil, kini, bagi masyarakat yang membutuhkan dan mengurus layanan administrasi di kantor kecamatan tak usah bingung lagi meski harus bawa buah hatinya.
Sebab, di bagian bawah tangga, ruang berukuran 2x3 meter itu sudah disulap menjadi ruang bermain anak. Seabrek permainan edukasi sudah disediakan.
Ada mandi bola, perosotan, ring basket anak, hingga peralatan melukis serta buku cerita bergambar.
’’Dengan beragam pemainan yang kita sediakan itu kan, akhirnya membuat anak gembira. Orang tua yang butuh pelayanan di kecamatan juga tidak takut anaknya kemana-mana. Sambil menunggu antrean, anaknya sambil bermain. Jadi sama-sama nyaman,’’ paparnya.
Tak sekadar ruang bermain, melainkan juga ada ruang laktasi untuk para ibu menyusui.
’’Prinsipnya kami ingin benar-benar memberikan layanan paripurna terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan,’’ tambahnya.
Menurutnya, kantor kecamatan layak anak ini juga bagian dari semangat pemerintah tingkat kecamatan untuk mendukung Kabupaten Mojokerto layak anak.
Bagaimana pun, lanjut Amsar, dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA), salah satu yang menjadi indikator tak lain pemenuhan pemerintah terhadap hak anak agar anak-anak di Bumi Majapahit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
Sehingga, generasi muda tumbuh, akan menjadi SDM yang berkualitas.
Untuk itu, hemat Amsar, selain menjadikan kantor sebagai layanan kepada masyarakat, pihaknya juga menjadi tempat edukasi bagi anak.
’’Yang utama selain bermain juga ada unsur edukasinya. Ada buku bercerita, tempat melukis. Itu juga bagian pembentukan karakter pada anak sejak dini atau belajar sambil bermain,’’ jelasnya.
Di sisi lain, selaku pejabat pembina, sejumlah inovasi juga ditelurkan.
Di antaranya, Pecel mas dewa atau pengajuan layanan masyarakat dengan WhatsApp; Ups!! Besti Pelug Dahulu atau akronim dari Upaya pencegahan stunting bersama tim pendamping keluarga dimulai dari hulu.
Termasuk, Lacak Blewa atau Lapor cepat bencana lewat WhatsApp. (ori/fen)
Editor : Fendy Hermansyah