Kepala MA Al Musthofa H Chayun S.Pd.I mengatakan, siswa MA tidak hanya belajar agama, tapi juga disiapkan untuk bisa merespons perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. ’’Madrasah keterampilan diproyeksikan dapat mengembangkan pendidikan kejuruan (vocational education),’’ katanya.
Menurutnya, melalui pendidikan vokasi, siswa madrasah diharapkan mempunyai wawasan kewirausahaan dan kompetensi vokasional. Dua hal ini dibutuhkan dalam rangka mengembangkan ketahanan hidup di masa mendatang yang jauh lebih kompleks dan kompetitif. ’’Hal ini juga sejalan dengan komitmen Kementerian Agama dalam upaya mengembangkan pendidikan vokasi di madrasah dalam bentuk Madrasah Aliyah Plus Keterampilan (MA Plus Keterampilan),” ujarnya.
Madrasah merupakan lembaga pendidikan Islam yang dipandang layak dan ideal sebagai tempat pendidikan dalam peningkatan SDM. Madrasah mempunyai nilai lebih, yakni mendidik ilmu-ilmu umum berbalut nilai keislaman. Progam keterampilan di MA Al-Musthofa Plus Keterampilan sesuai SK yaitu teknik dan bisnis sepeda motor (TBSM), tata boga dan multimedia. ’’Semua keterampilan masuk pada intrakurikulum dengan muatan setiap keterampilan 6 jam per minggu dengan tetap mempertahankan ciri khas pembelajaran keagamaan yang ada di madrasah,’’ pungkasnya. (bas/ron)
Editor : Fendy Hermansyah