Penjamin mutu Yayasan Al-Musthofa Canggu Jetis H Solikin, MPd mengatakan, program unggulan yang akan dirintis ini merupakan pengembangan program yang sudah selama ini dengan fasilitas asrama sebagai tempat tinggal siswa dengan memadukan program keagamaan model pesantren. ’’Program pesantren yang dijalankan bukan sekedar asrama tempat tinggal. Namun dikemas dalam bentuk pendidikan pesantren dengan menerapkan kurikulum madrasah diniyah takmiliyah sebagai tambahan pengetahuan dan ketrampilan siswa serta kajian kitab,’’ katanya.
Menurutnya, konsep pembelajaran di pesantren (boarding school) adalah semua pembelajaran dilakukan secara terintegrasi dan tidak hanya dilakukan di kelas saja. Melainkan, melalui kegiatan keseharian yang dilakukan siswa. Dengan begitu, madrasah tidak hanya menjalankan fungsi mengajar saja, namun juga fungsi mendidik, mencetak peserta didik yang berakhlakul karimah, mampu mengusai iptek dan pengetahuan agama dengan baik.
Serta, dapat bersosialisasi dengan komunitas yang semakin global, dengan visi membentuk siswa berkarakter unggul yang mempunyai kemantapan aqidah, kedalaman spiritual, budi pekerti yang baik serta mampu mengusai iptek dan ilmu agama. ’’Di samping itu penanaman disiplin, karakter, budi pekerti serta pembiasaan keagamaan seperti wajib salat fardu berjamaah, salat duha, tadarus Alquran, setoran hafalan Alquran, dan lain sebagainya sebagai bagian pola kegiatan di pesantren,’’ katanya.
Program Pesantren (Boarding School) ini adalah memberikan ruang bagi siswa untuk mendapatkan konsep pendidikan terintegrasi, sistem pembelajaran disajikan secara menyeluruh, selama 24 jam. Pendidikan regular hanya fokus kepada pendidikan akademis saja, sedangkan Pesantren (boarding school) memuat pendidikan di semua aspek, mulai dari akademik, agama, keterampilan, hingga pembinaan karakter. ’’Kita akan persiapkan sarana prasarana termasuk penyiapan SDM dan kurikulum,’’ pungkasnya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah