Dewi menyebutkan, program prioritas itu salah satunya mewujudkan peningkatan indeks pemberdayaan perempuan. ’’Peran itu dilihat dari jumlah perempuan yang di tingkat legislatif dan eksekutif. Di sana perempuan sebagai pengambil keputusan dalam tata pemerintahan, serta meningkatkan pendapatan keluarga di Kota Mojokerto,’’ ujarnya.
Dewi menuturkan, dua program prioritas lainnya dengan membina wanita untuk menciptakan keluarga tangguh dan ikut aktif berkontribusi terhadap masalah sosial. ’’Contohnya, dalam menangani masalah kekerasan anak dan perempuan. Itu juga menjadi tanggung jawab kami,’’ imbuh wanita yang tutur menjabat Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Mojokerto tersebut.
Dalam menggerakkan ketiga program prioritas ini, istri Sekdakot Mojokerto Gaguk Tri Prasetya ini mengaku, peran yang dilakukan cukup beragam. Mulai dari pelatihan, sosialisasi, peningkatan keterampilan serta roadshow. ’’Kita juga bersinergi dengan lintas sektor. Baik dengan Dinsos P3A, Kemenag, serta Pengadilan Agama (PA),’’ tambahnya.
Dewi berharap, dua organisasi wanita ini bisa lebih meningkatkan partisipasi demi menyukseskan program Pemkot Mojokerto. Sebagaimana dengan yang sudah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). ’’Serta lebih inovatif bekerja sama dengan OPD terkait. Dalam menyusun program inovatif dan tepat sasaran,’’ tandas Dewi. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah