Adanya ekskul baru tersebut semakin menambah program pengembangan bakat dan minat siswa SMAN 3 Kota Mojokerto. ”Saya mencoba untuk membuat ekskul yang belum ada. Alhamdulillah paduan suara sudah sempat menjadi pengisi acara wisuda sekolah,” terangnya.
Tak berhenti di situ, alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa) program pascasarjana (S2) Pendidikan Seni Budaya ini masih berupaya untuk menggali potensi di bidang non-akademik lainnya.
Sebagai guru, Reyhan dikenal berbeda dengan tenaga pendidik lainnya. Dengan bakat memasak yang dimiliki, pria yang pernah tergabung Indonesian Chef Assosiation ini juga kerap mengisi kegiatan cooking class.
Terakhir, dia tampil sebagai pemateri pada kegiatan cooking class Dharmawanita Guru SMA se-wilayah Cabang Dinas Pendidikan Kota dan Kabupaten Mojokerto. ”Kebetulan sebelum menjadi guru saya berkegiatan di bidang masak-memasak,” ungkap pelatih Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan angkatan ke-IV Lemhannas RI lulusan tahun 2021 ini.
Di luar sebagai pengajar, Reyhan juga pernah masuk menjadi tim peneliti kebudayaan warisan budaya tak benda di Kabupaten Tulungagung. Dia berkontribusi lolosnya empat pengajuan intangible cultural heritage daerah hingga ditetapkan di tingkat nasional. (ram/ron)
Editor : Fendy Hermansyah