Background-nya sebagai pendidik sekaligus pengusaha muda membuatnya dipercaya mampu mengembangkan sepak bola di Kabupaten Mojokerto menjadi lebih maju lagi. ’’Mojokerto adalah daerah penyumbang pemain timnas yang lumayan banyak. Ini adalah sinyal bahwa Mojokerto menyimpan beberapa talenta bagus. Jika klub mau bersinergi, insyaallah akan banyak pemain dan klub yang masuk kasta tertinggi,’’ tegasnya.
Keaktifan Doni, sapaan akrabnya, sudah terlihat sejak membina tim voli dan sepak bola. Bernaung di bawah bendera Al Fasya miliknya, kedua tim terus berevoluasi menjadi tim favorit di masyarakat. Bahkan, sering memenangi berbagai kompetisi antardaerah. Ia juga dimandati sebagai manajer tim Liga 3 Semarapura.
Tak hanya di bidang olahraga, dosen Sekolah Tinggi Ilmu Agama Islam Sabilul Muttaqin (STAISAM) ini juga aktif di ruang hiburan dan sosial. Seperti pendampingan perlindungan perempuan bersama aktivis perempuan Jatim, Ning Lia Istifhama. Ia juga masif turun di berbagai Kabupaten/Kota untuk menggelar pasar rakyat.
’’Ning Lia (Lia Istifhama, Red) ini menjadi panutan saya untuk terus bersemangat agar selalu berprestasi,’’ tambahnya. Ke depan, ia juga bercita-cita untuk terus bisa mengembangkan kaum muda menjadi lebih berprestasi lagi. Tidak hanya di bidang olahraga saja, bidang pendidikan, ekonomi hingga politik juga harus bisa dikuasai kalangan milenial. ’’Talenta anak muda saat ini harusnya merakyat, sosial tinggi dan berprestasi. Prinsip seperti ini yang sebaiknya mewarnai perpolitikan ke depan,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah