Suasana ini agar siswa tidak canggung dalam berinteraksi di lingkungan sekolah. Sehingga penerapan materi pembelajaran bisa langsung tertransfer secara langsung tanpa sekat. ’’Karena guru adalah orang tua kedua bagi siswa. Jadi, sebisa mungkin menciptakan kedekatan sehingga siswa merasa nyaman. Bisa dengan saling tegur sapa baik di dalam maupun di luar kelas,’’ terang peraih juara harapan 3 guru berprestasi jenjang SD Tingkat Kota Mojokerto tahun 2018 ini.
Perempuan 36 tahun ini juga terus berimprovisasi di setiap pembelajaran yang diberikan. Termasuk dengan menerapkan videografi di semua mata pelajaran. Khususnya ketika suasana pandemi Covid-19 awal tahun 2020 lalu yang memaksa pembelajaran secara daring.
Citra juga berharap, pendidikan di Kota Mojokerto bisa terus berkembang dan maju, baik secara akademik maupun nonakademik. Salah satunya dengan memperbanyak perlombaan yang mengacu pada implementasi Kurikulum Merdeka. Sehingga ke depan Kota Mojokerto bisa menjadi ikon pendidikan baik di tingkat provinsi maupun nasional. ’’Semakin banyak kegiatan, maka implementasi kurikulum bisa terlaksana dengan baik,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah