Ketua BPD Desa Ketapanrame Mohammad Taufik mengatakan, BPD sebagai lembaga yang bersifat mengawasi dan mengevaluasi kinerja maupun program yang dijalankan pemdes maupun BUMDes. Upaya untuk memajukan desa, kata Taufik, memerlukan kerja sama dan komitmen bersama. Sebab, sinergitas antara pemdes, BUMDes maupun BPD ini berkaitan dengan Penggunaan Dana Desa yang banyak digunakan untuk pembangunan sesuai usulan warga masyarakat. ’’Kami berperan dalam pengawasan dan evaluasi kinerja mupun program yang sudah berjalan di Desa Ketapanrame. Hal ini untuk mencapai kesejahteraan masyarakat desa,’’ ujarnya.
Di Desa Ketapanrame sendiri, sambung dia, setiap bulan BPD akan melaksanakan pengawasan secara rutin. Pada minggu kedua, biasanya BPD bersama pemdes dan seluruh unit BUMDes akan menggelar pertemuan untuk membahas kinerja masing-masing. Lalu, BPD juga akan melaksanakan evaluasi di pekan ketiga terhadap pelaku wisata yang berada di bawah naungan BUMDes. ’’Evaluasi dan membicarakan progres dari masing-masing program yang sudah disusun,’’ terang warga Dusun Ketapanrame ini.
Masih kata Taufik, saat ini BPD bersama pemdes dan BUMDes tengah fokus dalam pembahasan rencana pendirian wsiata baru. Sebagaimana diketahui, Desa Ketapanrame saat ini sudah memiliki dua ikon wisata. Yakni Taman Ghanjaran di Dusun Ketapanrame, lalu Wisata Sumber Gempong di Dusun Sukorame. ’’Tinggal yang di Dusun Slepi yang belum. Renacananya tahun depan akan ada wisata baru berbasi wisata lingkungan. Doakan saja, semoga tahun depan bisa mulai dibuka,’’ tandasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah