Itu seperti diungkapkan Herwanto, Ketua Bumdes Desa Ketapanrame. Tahun ini, desa dengan tiga dusun itu ditargetkan menjadi wilayah zero sampah. ’’Di samping pengembangan wisata yang baik, tahun ini kami fokus pada target penciptaan kebersihan lingkungan. Yaitu desa zero sampah,’’ ujarnya.
Target desa bebas sampah ini, lanjut Herwanto, merupakan salah satu program prioritas BUMDes tahun 2022. Program itu diwujudkan dalam sejumlah kegiatan. Salah satunya dengan penjadwalan pembuangan sampah seminggu dua kali. ’’Setiap Senin dan Kamis, setiap warga sudah terbiasa mengumpulkan sampah rumah tangga teratur untuk dibawa ke TPS (tempat pembuangan sementara),’’ kata pria 47 tahun ini.
Di TPS, sampah rumah tangga tersebut dipilah secara manual. Baik sampah organik maupun non organik. Sehingga, limbahnya bisa dimanfaatkan lagi. ’’Kalau yang non organik kami masukkan ke bank sampah agar jadi pundi-pundi uang. Kalau yang organik, residunya kita olah menjadi pupuk,’’ papar warga Dusun Slepi ini.
Sedianya, lanjut Herwanto, tahun depan Desa Ketapanrame mendapatkan bantuan mesin pengolah limbah dari Kemendes RI. Sehingga, melalui bantuan ini, diharapkan residu sampah organik di Desa Ketapanrame bisa berkurang. ’’Semoga bantuan mesin tersebut bisa terealisasi, agar residu sampah organik bisa berkurang. Sehingga, program desa zero sampah ini bisa terwujud,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah