Pria kelahiran 10 Juni 1972 ini sudah menjabat sebagai kepala desa yang terletak di Kecamatan Trawas tersebut sejak 2007 silam. Hingga kini, sudah ada 22 penghargaan yang ditorehkan selama ia menjabat. Semua penghargaan itu dicapai dengan empat aspek ekosistem.
’’Semua pencapaian itu kita upayakan melalui BUMDes yang aktif sebagai penggerak ekonomi desa, digitalisasi terimplementasi, lalu inovasi desa kreatif, serta desa tangguh yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa,” ujarnya.
Zainul mengatakan, selain mengedepankan empat aspek ekosistem, pihaknya juga mewujudkan sejumlah inovasi guna membantu perekonomian masyarakat dari latar belakang desa dengan tiga dusun itu. Dia menjelaskan, latar belakang pembangunan desa dipicu dari angka pengangguran yang tinggi, pengelolaan TKD yang tak maksimal, PAD rendah, serta SDM maupun SDA yang belum berkembang.
’’Padahal, kalau ditilik ternyata potensinya banyak. Sehingga, kami munculkan inovasi yang selanjutnya dimasukkan dalam skala prioritas pembangunan desa,” papar dia.
Kini, Desa Ketapanrame menelurkan sejumlah inovasi yang didasari dari pemanfaatan potensi wilayahnya. Di antaranya pengembangan wisata kreasi Taman Ghanjaran, pengembangan alam Wisata Sawah Sumber Gempong, serta branding desa ’’Sobo Ketapanrame”. ’’Dalam branding tersebut sudah mencakup produk unggulan desa, paket wisata edukasi, wisata alam, wisata kreasi, serta standarisasi homestay,” pungkasnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah