Pelajar yang kini duduk di bangku XI IPS SMA Taman Siswa Kota Mojokerto ini mengaku, dukungan dari orang tua sangat membawa pengaruh besar dalam karirnya. Terutama peranan sang ibu yang tak pernah absen menemaninya seleksi. Tegar, sapaan akrabnya, mengaku sudah mulai menekuni karir dalam dunia sepak bola sejak duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Atau saat ia menginjak usia 5 tahun. ”Bagi saya, yang paling berpengaruh, orang tua. Terutama Ibu, beliau selalu menemani saya seleksi di luar kota hingga selesai,” ujarnya.
Anak kedua pasangan Aiptu Muhammad Soleh dan Evi Astri ini memaparkan, dirinya mulai merintis karir menjadi pesepakbola sejak bergabung di Persebaya junior U-14. Kemudian, Tegar terpilih sebagai penggawa tim Borneo FC Elite Pro Accademy (EPA). Selama di tim Kalimantan tersebut, stabilitas penampilan Tegar membuat pelatih timnas U-16, Bima Sakti kepincut. ”Kata coach saya, kalau saya serius bermain buat tim, pasti akan ada rezekinya. Saya fokus berlatih terus, hingga akhirnya masuk timnas dengan seleksi ketat,” papar remaja 16 tahun ini.
Meski sudah akrab dengan bola sejak kecil, Tegar mengaku dirinya sempat diremehkan oleh banyak orang. Itu saat dia duduk di bangku kelas V SD. Alumni SMPN 2 Kota Mojokerto ini dulu dipandang sebelah mata tak bisa menjadi seorang atlet. Lantaran, dia memiliki postur tubuh yang pendek. ”Lalu, saya latihan skiping rutin tiap pagi. Alhamdulillah, nambah terus tiap tahun tingginya,” kata dia sembari menyebutkan tinggi badannya yang kini mencapai 175 sentimeter itu.
Selama latihan, menjaga pola makan juga aspek penting. Tegar menyebutkan, selama menjadi pesepakbola, dia tidak bisa memakan makanan sembarangan. Ada menu tersendiri yang disiapkan oleh dokter gizi dari Timnas U-16. Untuk menunjang performa tubuh, Tegar menuturkan setiap hari dia rutin minum vitamin. ”Makanan pantangannya gorengan dan sambel. Makan-makanan manis juga dikurangi.Tiap pagi dan malam harus minum vitamin, sampai sekarang juga masih minum,” jelas pemuda kelahiran 6 Februari 2006 itu.
Pemain berposisi gelandang ini mengatakan, ke depan ia akan tetap berfokus pada karirnya di sepak bola. Seperti menjalani latihan rutin setiap hari dan tetap menyelesaikan tugas sekolah menjadi ikhtiar yang harus ia jalani. Hal ini untuk mewujudkan karir sepak bola hingga ke level timnas senior. ”Pokoknya, jangan lupa untuk selalu beribadah salat dan puasa sebagai usaha spiritual. Termasuk selalu berbakti kepada kedua orang tua untuk memperlancar perjalanan karir,” tutupnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah