Kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo. ’’Alhamdulillah. Ini tentu prestasi membanggakan. Bagi madrasah dan keluarga kami. Dan saya membuktikan kerja keras dan mampu lolos menjadi peserta Jambore Nasional Pramuka Penggalang se-Indonesia dan menjadi pengalaman berharga,’’ ujar siswa kelahiran 20 September ini, Kamis (11/8).
Untuk menjadi peserta Jambore Nasional, dia harus mengikuti proses seleksi ketat. Dari 88 peserta yang mengikuti seleksi, kata dia, hanya diambil 16 orang dengan rincian 8 putra, dan 8 putri. Adapun tesnya mengikuti tertulis akademik dan wawancara dan praktik PBB, tali temali, dan tes fisik. Seluruhnya bisa diselesaikan dengan baik. ’’Dengan pengalaman dan pembekalan dari pembina gudep serta dukungan dari madrasah dan orang tua. Alhamdulillah, bisa lolos dan sekarang menjadi peserta jamnas ke 11,’’ ujar siswa kelas IX ini.
Saat ini Anjaz sudah bergabung dengan Pramuka Penggalang dari sekolah lain dengan nama regu Elang. Mereka menjadi perwakilan delegasi Kabupaten Mojokerto juga bersama regunya untuk berbagai kegiatan di Jamnas ke-11. Praktis, mereka membawa nama besar Madrasah dan Mojokerto. ’’Dalam berbagai kegiatan di Jamnas Penggalang Pramuka ke 11 ini, kontingen Kabupaten Mojokerto akan tampil dengan tema Mojopahitan termasuk gapura di perkemahan,’’ ujarnya.
Menurutnya, kegiatan pramuka untuk siswa memang banyak manfaatnya. Terutama untuk melatih kemandirian, kejujuran, kedisiplinan, dan kebersamaan. Karenanya, MTsN 1 Mojokerto juga mengajak semua siswa untuk mengikuti ekstrakulikuler pramuka.
Hal demikian sebagai wujud nyata untuk pembentukan karakter siswa. ’’Wujud nyata pendidikan karakter itu ada di Pramuka,’’ pungkas remaja asal Desa Jotangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto ini. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah