Kepala MI Al Musthofa Canggu H. Soleh Khudin Gojali S.Th.I menjelaskan, sebagai lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan, saat ini segala sarana dan prasarana terus dibenahi. Itu dalam rangka mencetak kader yang handal dan paham dengan ilmu agama. ’’Madrasah, tentunya corong pencetak generasi qurani, makanya kita lagi fokus menyiapkan sarana dan prasarana memadai. Mulai pembimbing dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Alhamdulillah semuanya sudah ada di dalam lingkungan madrasah,’’ ujarnya.
Menurutnya, untuk mencetak generasi qurani yang mencintai dan mengimplementasikan dalam keseharian hidup para siswanya, menjadikan tahfiz quran salah satu program ekstrakurikuler. Ekskul ini merupakan salah satu program unggulan yang akan tetap dipertahankan di MI Al Musthofa. ’’Ekskul ini bertujuan menghasilkan siswa-siswi yang cinta kepada Alquran, membangun karakter ahlul quran dan memberikan bekal ilmu Alquran serta dapat mencapai target dalam menghafal,’’ katanya.
Untuk itu, madrasah memberi perhatian kepada siswa yang ingin memperdalam ilmu hafalan quran, targetnya setelah lulus para siswa ini sudah hafal 5-6 juz. Diakuinya, remaja zaman now atau milenial sekarang ini realitasnya banyak yang di sibukkan oleh smartphone, gadget, dan media sosial lainnya. Sehingga dengan kemajuan tekhnologi tersebut, jebolan madrasah harus mampu memanfaatkan teknologi, tentunya ke arah yang positif.
’’Ini sejalan dengan program kementerian agama dan dinas pendidikan yakni gerakan membaca juz ammah atau gemajuza. Kemajuan teknologi ini harus kita manfaatkan, dengan penguasaan dan penguatan di segi keagamaan,’’ ujarnya.
Proses seleksi para calon hafiz tersebut, diawali dengan tes kelancaran membaca Alquran dan juga hafalan yang telah dikuasai sebelum masuk tahfiz. Selanjutnya dilakukan tes menghafal dengan surah yang dipilihkan oleh penguji. ’’Ini bekal para siswa untuk melanjutkan kependidikan ke MTs atau SMP dan juga mereka yang akan melajutkan pendidikan di pondok pesantren,’’ katanya. (bas/fen)
Editor : Fendy Hermansyah