Melihat Pameran Lukisan NU dan Kaligrafi di PPBU Tambakberas, Jombang

Moch. Chariris • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 07:55 WIB
KARYA KADER NU: Pengunjung pameran lukisan NU dan kaligrafi mengamati lukisan bertema 25 muassis NU, di Ribath Al-Wahabiyyah PPBU Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8).  (Chariris/JPRM)
KARYA KADER NU: Pengunjung pameran lukisan NU dan kaligrafi mengamati lukisan bertema 25 muassis NU, di Ribath Al-Wahabiyyah PPBU Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8).  (Chariris/JPRM)

Lukisan 25 Muassis NU Menyita Perhatian, Dilelang Mulai Rp 70 Juta

Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, tak sekadar menghadirkan expo dan bazar. Muktamirin turut disuguhi pameran lukisan NU dan kaligrafi yang kaya akan makna, histori, serta mengajarkan nilai-nilai keaswajaan.

MOCHAMMAD CHARIRIS, Jombang

TERAS Ribath Al-Wahabiyyah 1, Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, dibingkai menjadi galeri lukisan bernuansa ke-NU-an. Ini setelah ndalem Nyai Hj Mundjidah Wahab tersebut dipenuhi sekitar 100 karya lukisan dari tiga pelukis ternama sekaligus kader NU. Seperti J Hasanto, Kholison Syafei, dan Riyanto.

Keindahan goresan ’’agung’’ para perupa ini pun menyita perhatian muktamirin dan Nahdliyin yang hadir dalam muktamar di PPBU Tambakberas. Bentuk dan ukuran lukisannya sangat beragam. Dari menyajikan pesona kaligrafi, kharisma muassis (pendiri) NU, hingga tokoh negara. Seperti Presiden Pertama Ir Soekarno dan Presiden keempat RI KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Keindahan goresan kuas di atas kain kanvas penuh warna dan makna ini pun menyita perhatian banyak orang. Di samping menghadirkan kualitas karya sang pelukis, sentuhan realis di baliknya seolah menghidupkan spirit khidmah dan keteduhan.

Tidak heran, bila hasil lukisan NU dan kaligrafi tersebut sarat pesan tentang sejarah dan nilai-nilai ajaran ahlu sunnah wal jamaah. ’’Total lukisan yang tersedia di pameran ini ada 100 lukisan,’’ ujar Yulianto Eko, pengelola pameran. ’’Rata-rata karya lukisnya berbentuk kaligrafi dan tokoh-tokoh NU,’’ imbuh pemuda 23 tahun asal Boyolali, Jawa Tengah, ini.

Pameran yang dimulai sejak 20 hingga 31 Agustus mendatang tersebut memajang lukisan dengan berbagai ukuran. Di antara yang paling menjadi perhatian muktamirin dan pengunjung adalah lukisan bertema 25 muassis NU. Lukisan berukuran 250 X 150 sentimeter (cm) karya J Hasanto itu berhasil menampakkan 25 tokoh NU se-Nusantara.

Di tengahnya, J Hasanto juga menambah aksen sentuhan panji petaka NU sebagai pelengkap. ’’Lukisan ini memang menjadi perhatian banyak orang, ukurannya juga lebih besar dari lukisan lainnya,’’ urainya.

Ia menceritakan, bagi para pengunjung, penyelenggara pameran lukisan NU dan kaligrafi membuka open bidding atau lelang terbuka mulai dari harga Rp 70 juta. ’’Iya dilelang. Tinggal nanti ada penawaran tertinggi, tertinggi lagi, dan seterusnya, begitu,’’ paparnya.

Selain itu, di sudut galeri, lukisan berkonsep kapal NU menduduki urutan kedua yang paling banyak dilirik pengunjung. ’’Lukisan kapal NU itu juga open bidding sekitar Rp 50 juta,’’ imbuhnya.

Selebihnya, lukisan yang juga membuat muktamirin dan pengunjung ingin mamboyongnya ke rumah bertema tentang tokoh NU berpengaruh. Seperti KH Hasyim Asyari (Mbah Hasyim), KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab), dan KH Maimun Zubair (Mbah Moen). ’’Di sini yang open bidding hanya sepuluh karya, lainnya dijual biasa,’’ lanjut Yulianto.

Kharisma para tokoh NU dalam bingkai pigura lukisan dan keindahan kaligrafi ini juga membuat pengunjung memilih untuk berlama-lama menikmati karya. Tidak jarang mereka sekadar mengabadikan diri atau selfie dengan latar belakang lukisan sang idola.

’’Banyak juga yang datang ke sini cuma buat foto-foto atau sekadar lihat karya. Tapi tidak apa-apa. Selain dipamerkan, memang dari lukisan-lukisan NU itu untuk mengenang jasa besar para muassis NU sekaligus meramaikan muktamar,’’ tuturnya. (fen)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
muktamar nu PPBU Tambakberas pameran lukisan nu kaligrafi nu