Mengunjungi Rumah Warga Miskin di Mojokerto yang Gabung Kandang Kambing, BAB Tempuh Jarak 1 Km

Khudori Aliandu • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:11 WIB
BERI PERLINDUNGAN: Bupati Muhammad Albarraa berbincang dengan keluarga Sutarno yang menjadi sasaran rehabilitasi rutilahu di Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Rabu (19/8). (Dori JPRM)
BERI PERLINDUNGAN: Bupati Muhammad Albarraa berbincang dengan keluarga Sutarno yang menjadi sasaran rehabilitasi rutilahu di Desa Srigading, Kecamatan Ngoro, Rabu (19/8). (Dori JPRM)

Ingin BAB Harus Tempuh Perjalanan 1 Kilometer 

Bangunan rumah Sutarno di Desa Srigading, Kecamatan Ngoro adalah satu dari sekian banyak rumah warga yang tidak layak huni. Selain dindingnya menggunakan tripleks, selama ini rumah yang dihuni lima orang dalam satu keluarga tersebut juga menjadi satu dengan kandang kambing. Untuk sekadar buang air besar (BAB) saja mereka harus menempuh perjalanan sepanjang 1 kilomter (km). 

KHUDORI ALIANDU, Ngoro 

SUTARNO tidak pernah bermimpi jika hari itu ia dan keluarganya didatangi Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa. Sembari duduk klesetan di teras rumah berdinding tripleks, pria yang mengenakan baju biru dan berkopiah tersebut hanya bisa terdiam. Sesekali ia menganggukan kepala saat Gus Bupati mengajaknya bicara. 

Diamnya Sutarno ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku selama ini rumah yang ditempatinya bersama lima orang dalam satu keluarga tersebut berbeda dengan rumah warga pada umumnya. Tidak ada fasilitas memadai. Jauh dari kelayakan. Bahkan, belakangan juga dimanfaatkan untuk kandang kambing. Untuk sekadar buang hajat, mereka harus menempuh perjalanan sepanjang 1 km. Menyusul, rumah yang dihuni bersama istri dan anak-anaknya tersebut tidak ada fasilitas MCK. 

Namun, rasa syukurnya tak mampu ia bendung setelah Gus Bupati menyatakan akan membantu melakukan perbaikan rumahnya. Selain itu, pendidikan putranya juga akan difasilitasi sebagai murid di Sekolah Rakyat (SR). 

Melihat kondisi tersebut, Pemkab Mojokerto akan mempercepat penuntasan rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu) milik warga kurang mampu. Di mana, pembangunan kali ini menyasar rumah milik keluarga Sutarno, warga Desa Srigading, Kecamatan Ngoro. 

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa menceritakan penutasan perbaikan rutilahu di bumi Majapahit memang terus digulirkan. Kali ini pemerintah daerah (pemda) turut melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Mojokerto dan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Trawas.  

’’Keluarga Pak Sutarno yang masuk desil 2 ini mendapatkan penanganan secara menyeluruh, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni, perlindungan sosial, hingga akses pendidikan bagi anaknya,’’ terangnya. 

Rumah tersebut memang diketahui masih menjadi satu dengan kandang kambing dan belum dilengkapi fasilitas sanitasi memadai. ’’Setelah kami lihat, memang rumahnya tidak layak huni. Rumahnya gandeng, campur dengan kandang kambing. Kondisinya juga tidak layak huni, tidak ada sanitasinya, tidak ada WC-nya, tidak ada dapurnya,’’ imbuhnya. 

Kondisi rumah tersebut juga cukup terbatas karena hanya memiliki satu ruangan yang digunakan sebagai tempat tidur untuk lima orang. Bahkan, keluarga tersebut harus menempuh jarak cukup jauh untuk mendapatkan fasilitas buang air. ’’Ruangannya cuma satu untuk tidur lima orang. Jadi kami lihat sangat tidak layak huni,’’ jelasnya. 

Untuk meningkatkan kualitas hunian, Gus Bupati menggeber program bedah rumah yang didukung Baznas Kabupaten Mojokerto bersama MWCNU Kecamatan Trawas. Total bantuan yang disiapkan senilai Rp 50 juta. ’’Dengan bantuan Rp 50 juta ini nantinya akan kita bangun lebih layak lagi,’’ terangnya. 

Ia menuturkan, rumah tersebut nantinya akan dilengkapi dua kamar tidur, ruang tamu, dan kamar mandi. Penataan bangunan juga akan dilakukan agar rumah terpisah dari kandang kambing. ’’Ini kalau mau BAB, jauhnya sampai satu kilometer katanya. Jadi nanti ini lebih layak lagi, dipisahkan antara rumah dengan kandangnya,’’ jelas Gus Bupati. 

Selain persoalan hunian, orang nomor satu di Kabupaten Mojokerto ini memastikan keluarga Sutarno juga telah mendapatkan perlindungan melalui berbagai program bantuan sosial pemerintah. Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Sosial (DTSEN), keluarga tersebut tercatat berada pada desil 2. ’’Sehingga bantuan PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT (Bantuan Pangan Nontunai), terus yang lainnya alhamdulillah sudah ter-cover. BPJS sudah ter-cover semuanya,’’ urainya. 

Perhatian juga diberikan terhadap keberlanjutan pendidikan anak dalam keluarga tersebut. Gus Bupati menjelaskan, anak Sutarno yang saat ini duduk di kelas 6 akan diarahkan untuk mengikuti program Sekolah Rakyat (SR). ’’Tinggal nanti ke depan ini ada anaknya yang sekarang kelas 6, akan kita masukkan nanti di Sekolah Rakyat,’’ imbuhnya. (ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
Sumber : Radar Mojokerto
rumah warga mojokerto rumah gabung kandang kambing BAB tempuh jarak 1 km bupati mojokerto