MOJOKERTO RAYA - Gema takbir berkumandang sahut-menyahut menandai perayaan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Rabu (27/5). Sejak pagi selepas subuh warga Mojokerto berbondong-bondong memadati Masjid Agung Al Fattah, jemaah meluber hingga masuk Alun-Alun Kota Mojokerto.
Suasana khidmat dan penuh kegembiraan juga berlanjut pada prosesi pemotongan hewan kurban. Seperti yang terlihat di Desa Tawangsari, Kecamatan Trowulan, warga setempat bergotong-royong dan antusias melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Tidak hanya orang dewasa, penyembelihan hewan kurban juga menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak. Mereka berkumpul menyaksikan momen tahunan tersebut dengan riang.
Sementara itu, berbarengan dengan umat Muslim yang merayakan Idul Adha dan berkurban, puluhan umat Buddha menggelar ibadah Puja Bakti di Candi Gentong, sebuah situs suci peninggalan era Kerajaan Majapahit di Kecamatan Trowulan.
Pimpinan umat Buddha Mojokerto, Biksu Nyana Sila Therra menuturkan, ibadah Puja Bakti ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2570 Buddhist Era (BE) yang akan jatuh pada 31 Mei mendatang.
"Puja Bakti yang dilakukan di Candi Gentong ini merupakan kali kedua yang dilaksanakan oleh umat Buddha Mojokerto. Kegiatan ibadah di candi peninggalan era Majapahit ini sengaja dilakukan untuk menghidupkan kembali ritus keagamaan dan menyambung akar sejarah, khususnya di Mojokerto. Umat Buddha Mojokerto mempunyai sejarah besar pada kejayaan Majapahit,’’ tutur Bhante Sila.
Prosesi ibadah di Candi Gentong berlangsung dengan khusyuk, diawali dengan melakukan ritual pradaksina (berjalan mengelilingi candi searah jarum jam) puluhan umat Buddha melanjutkan ritual dengan meditasi bersama.
Prosesi ibadah ditutup dengan penyampaian pesan damai dari Biksu Nyana Sila Thera serta doa keselamatan yang dipanjatkan untuk seluruh makhluk hidup dan Negara Indonesia. (fan/fen)
Editor : Fendy Hermansyah