JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Hari Raya Idul Adha menjadi salah satu perayaan penting bagi umat Islam di seluruh dunia. Selain identik dengan ibadah kurban, setiap negara juga memiliki tradisi unik yang dilakukan untuk menyambut dan merayakan momen tersebut.
Meski memiliki makna yang sama, yaitu mengenang keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, pelaksanaan Idul Adha di berbagai negara kerap diwarnai budaya dan kebiasaan yang berbeda-beda.
Baca Juga: Pemkab Mojokerto Batasi Pindah-Masuk ASN dan Perketat Kenaikan Jabatan
Di Arab Saudi, misalnya, kurban unta menjadi salah satu tradisi yang cukup umum ditemukan. Selain kambing dan sapi, unta dipilih karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Timur Tengah. Daging kurban kemudian dibagikan kepada keluarga, tetangga, hingga masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, di Pakistan dan India, masyarakat biasanya membeli hewan kurban beberapa hari bahkan beberapa minggu sebelum Idul Adha. Hewan-hewan tersebut dirawat dengan baik dan diberi nama layaknya hewan peliharaan. Tak jarang, warga mengadakan perlombaan untuk memilih hewan kurban dengan ukuran terbesar atau kondisi terbaik.
Baca Juga: Penghulu di Kabupaten Mojokerto Terbatas, Satu KUA Bisa Layani 15 Pernikahan Per Hari
Di Indonesia, Idul Adha identik dengan semangat gotong royong. Mulai dari proses penyembelihan, pemotongan daging, hingga pembagian kepada warga dilakukan secara bersama-sama. Tradisi ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan yang masih terus dijaga hingga sekarang.
Sementara itu, di beberapa negara Afrika, sapi berukuran besar atau yang sering dijuluki “sapi raksasa” menjadi daya tarik tersendiri saat Idul Adha. Hewan-hewan tersebut biasanya dipelihara secara khusus selama berbulan-bulan untuk dipersiapkan sebagai hewan kurban.
Baca Juga: Trayek DAMRI Mojokerto-Lamongan Batal Beroperasi
Meski tradisi yang dilakukan berbeda-beda, semangat yang dibawa tetap sama, yaitu berbagi kebahagiaan, mempererat tali persaudaraan, serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Itulah yang membuat Idul Adha tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momen untuk memperkuat solidaritas sosial di berbagai belahan dunia. RIRA