Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pistachio Makin Populer, Ini Sejarah Singkat dan Khasiatnya bagi Tubuh

Imron Arlado • Rabu, 13 Mei 2026 | 20:03 WIB
Ilustrasi kacang Pistachio yang tengah populer di berbagai olahan makanan. (Sumber:  Erika Varga/Pixabay)
Ilustrasi kacang Pistachio yang tengah populer di berbagai olahan makanan. (Sumber: Erika Varga/Pixabay)

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Akhir-akhir ini makanan berbahan dasar Pistachio semakin viral di media sosial. Mulai dari cokelat dubai pistachio, dubai chewy cookies, hingga inovasi ayam gepuk saus pistachio yang ramai diburu pecinta kuliner. Di balik tren tersebut, pistachio ternyata memiliki sejarah dan beragam manfaat bagi kesehatan.

Pistachio diketahui datang dari kawasan Asia Tengah dan Timur Tengah, seperti Iran, Irak, Turki, Suriah, hingga Afghanistan. Kacang ini sudah dibudidayakan manusia sejak ribuan tahun lalu dan termasuk salah satu tanaman kacang tertua di dunia. Dalam sejarah peradaban kuno, pistachio dikenal sebagai makanan bernilai tinggi yang identik dengan kalangan bangsawan dan kaum elite.

Dilansir dari berbagai sumber, pada masa Persia kuno, pistachio bahkan dianggap sebagai simbol kekayaan. Konon, Ratu Sheba begitu menyukai kacang ini hingga memonopoli hasil produksinya. Selain itu, pistachio juga tercatat dalam Perjanjian Lama sebagai salah satu hasil bumi yang berharga.

Baca Juga: Popularitas Mobil Listrik Naik Pesat di Indonesia, Namun Fasilitas Pengisian Daya Masih Menjadi Tantangan Utama

Penyebaran pistachio ke berbagai wilayah dunia terjadi melalui perdagangan dan penaklukan. Alexander Agung memperkenalkan pistachio ke Yunani, lalu bangsa Romawi membantu menyebarkannya ke kawasan Eropa seperti Italia dan Spanyol. Jalur Sutra turut menjadi rute penting yang memperkenalkan pistachio hingga ke Asia dan Eropa.

Memasuki abad ke-19, pistachio mulai populer di Amerika Serikat berkat para imigran Timur Tengah. Budidayanya kemudian berkembang pesat di California setelah ahli botani Amerika, William E. Whitehouse, membawa varietas unggul dari Iran untuk ditanam di sana. Kini, pistachio menjadi komoditas global dan banyak diproduksi di negara seperti Iran, Turki, dan Amerika Serikat sebelum akhirnya dikenal luas di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Di balik kepopulerannya, Pistachio ternyata memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan beragam manfaat untuk kesehatan. Pistachio mengandung protein, serat, lemak sehat, vitamin B6, magnesium, serta antioksidan yang baik untuk membantu menjaga metabolisme dan fungsi tubuh.

Baca Juga: Sekolah Mulai Terapkan Larangan HP, Siswa Diminta Lebih Fokus Belajar

Kacang ini juga sering dijadikan sebagai camilan sehat untuk diet karena kalorinya relatif rendah, tetapi tetap tinggi serat dan protein sehingga membuat kenyang lebih lama. Selain itu, kandungan lemak tak jenuh dan antioksidan pada pistachio dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan jantung, menurunkan kolesterol, serta membantu menjaga tekanan darah tetap stabil.

Tak hanya itu, pistachio juga baik untuk kesehatan mata dan pencernaan karena mengandung lutein, zeaxanthin, serta serat yang dapat membantu menjaga bakteri baik di usus. Kandungan antioksidannya pun membantu melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat memicu berbagai penyakit kronis. Meski begitu, konsumsi pistachio tidak boleh berlebihan karena dapat memberi dampak buruk pada tubuh. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#pistachio #populer #kacang #viral